SEMUA TENTANG HIDUPKU

Mei 22, 2011

Mengenal Bank Syariah, Dana Pensiun, Asuransi,Pegadaian dan Pasar Modal

Filed under: Uncategorized — idham1104 @ 6:36 am

Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. Usaha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan dalam agama islam untuk memungut maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta larangan investasi untuk usaha-usaha yang dikategorikan haram (misal: usaha yang berkaitan dengan produksi makanan/minuman haram, usaha media yang tidak islami dll), dimana hal ini tidak dapat dijamin oleh sistem perbankan konvensional.

Beberapa prinsip/ hukum yang dianut oleh sistem perbankan syariah antara lain [2]:

  • Pembayaran terhadap pinjaman dengan nilai yang berbeda dari nilai pinjaman dengan nilai ditentukan sebelumnya tidak diperbolehkan.
  • Pemberi dana harus turut berbagi keuntungan dan kerugian sebagai akibat hasil usaha institusi yang meminjam dana.
  • Islam tidak memperbolehkan “menghasilkan uang dari uang”. Uang hanya merupakan media pertukaran dan bukan komoditas karena tidak memiliki nilai intrinsik.
  • Unsur Gharar (ketidakpastian, spekulasi) tidak diperkenankan. Kedua belah pihak harus mengetahui dengan baik hasil yang akan mereka peroleh dari sebuah transaksi.
  • Investasi hanya boleh diberikan pada usaha-usaha yang tidak diharamkan dalam islam. Usaha minuman keras misalnya tidak boleh didanai oleh perbankan syariah.

Produk perbankan syariah

Beberapa produk jasa yang disediakan oleh bank berbasis syariah antara lain:

Jasa untuk peminjam dana

  • Mudhorobah, adalah perjanjian antara penyedia modal dengan pengusaha. Setiap keuntungan yang diraih akan dibagi menurut rasio tertentu yang disepakati. Resiko kerugian ditanggung penuh oleh pihak Bank kecuali kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan pengelolaan, kelalaian dan penyimpangan pihak nasabah seperti penyelewengan, kecurangan dan penyalahgunaan.
  • Musyarokah (Joint Venture), konsep ini diterapkan pada model partnership atau joint venture. Keuntungan yang diraih akan dibagi dalam rasio yang disepakati sementara kerugian akan dibagi berdasarkan rasio ekuitas yang dimiliki masing-masing pihak. Perbedaan mendasar dengan mudharabah ialah dalam konsep ini ada campur tangan pengelolaan manajemennya sedangkan mudharabah tidak ada campur tangan.
  • Murobahah , yakni penyaluran dana dalam bentuk jual beli. Bank akan membelikan barang yang dibutuhkan pengguna jasa kemudian menjualnya kembali ke pengguna jasa dengan harga yang dinaikkan sesuai margin keuntungan yang ditetapkan bank, dan pengguna jasa dapat mengangsur barang tersebut. Besarnya angsuran flat sesuai akad diawal dan besarnya angsuran=harga pokok ditambah margin yang disepakati. Contoh:harga rumah, 500 juta, margin bank/keuntungan bank 100 jt, maka yang dibayar nasabah peminjam ialah 600 juta dan diangsur selama waktu yang disepakati diawal antara Bank dan Nasabah. [5]
  • Takaful (asuransi islam)

Jasa untuk penyimpan dana

  • Wadi’ah (jasa penitipan), adalah jasa penitipan dana dimana penitip dapat mengambil dana tersebut sewaktu-waktu. Dengan sistem wadiah Bank tidak berkewajiban, namun diperbolehkan, untuk memberikan bonus kepada nasabah. [6]
  • Deposito Mudhorobah, nasabah menyimpan dana di Bank dalam kurun waktu yang tertentu. Keuntungan dari investasi terhadap dana nasabah yang dilakukan bank akan dibagikan antara bank dan nasabah dengan nisbah bagi hasil tertentu.

Prinsip perbankan syariah

Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan syariah.

Beberapa prinsip/ hukum yang dianut oleh sistem perbankan syariah antara lain

  • Pembayaran terhadap pinjaman dengan nilai yang berbeda dari nilai pinjaman dengan nilai ditentukan sebelumnya tidak diperbolehkan.
  • Pemberi dana harus turut berbagi keuntungan dan kerugian sebagai akibat hasil usaha institusi yang meminjam dana.
  • Islam tidak memperbolehkan “menghasilkan uang dari uang”. Uang hanya merupakan media pertukaran dan bukan komoditas karena tidak memiliki nilai intrinsik.
  • Unsur Gharar (ketidakpastian, spekulasi) tidak diperkenankan. Kedua belah pihak harus mengetahui dengan baik hasil yang akan mereka peroleh dari sebuah transaksi.
  • Investasi hanya boleh diberikan pada usaha-usaha yang tidak diharamkan dalam islam. Usaha minuman keras misalnya tidak boleh didanai oleh perbankan syariah.

Prinsip perbankan syariah pada akhirnya akan membawa kemaslahatan bagi umat karena menjanjikan keseimbangan sistem ekonominya[1].

Komentar: Hal ini sangat disayangkan karena kurangnya pengetahuan tentang prinsip tersebut sehingga masih banyak masyarakat yang kurang percaya dan kurang merasa mudah menggunakan fasilitas-fasilitas yang terdapat dalam prinsip-prinsip Bank Syari’ah. Didalam perbankaqn syari’ah telah diatur berbagai macam transaksi yang tidak merugikan bagi kedua pihak. Karena jika sampai ada yang dirugikan dan dirugikan maka sudah melanggar ajaran Islam itu sendiri. Prinsip perbankan syari’ah itu .Beberapa produk jasa yang disediakan oleh bank berbasis syariah antara lain:

 Jasa untuk peminjam dana

  • Mudhorobah, adalah perjanjian antara penyedia modal dengan pengusaha. Setiap keuntungan yang diraih akan dibagi menurut rasio tertentu yang disepakati. Resiko kerugian ditanggung penuh oleh pihak Bank kecuali kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan pengelolaan, kelalaian dan penyimpangan pihak nasabah seperti penyelewengan, kecurangan dan penyalahgunaan.
  • Musyarokah (Joint Venture), konsep ini diterapkan pada model partnership atau joint venture. Keuntungan yang diraih akan dibagi dalam rasio yang disepakati sementara kerugian akan dibagi berdasarkan rasio ekuitas yang dimiliki masing-masing pihak. Perbedaan mendasar dengan mudharabah ialah dalam konsep ini ada campur tangan pengelolaan manajemennya sedangkan mudharabah tidak ada campur tangan
  • Murobahah , yakni penyaluran dana dalam bentuk jual beli. Bank akan membelikan barang yang dibutuhkan pengguna jasa kemudian menjualnya kembali ke pengguna jasa dengan harga yang dinaikkan sesuai margin keuntungan yang ditetapkan bank, dan pengguna jasa dapat mengangsur barang tersebut. Besarnya angsuran flat sesuai akad diawal dan besarnya angsuran=harga pokok ditambah margin yang disepakati. Contoh:harga rumah, 500 juta, margin bank/keuntungan bank 100 jt, maka yang dibayar nasabah peminjam ialah 600 juta dan diangsur selama waktu yang disepakati diawal antara Bank dan Nasabah. (asuransi islam)

Jasa untuk penyimpan dana

  • Wadi’ah (jasa penitipan), adalah jasa penitipan dana dimana penitip dapat mengambil dana tersebut sewaktu-waktu. Dengan sistem wadiah Bank tidak berkewajiban, namun diperbolehkan, untuk memberikan bonus kepada nasabah. Bank Muamalat Indonesia-Shahibul Maal.
  • Deposito Mudhorobah, nasabah menyimpan dana di Bank dalam kurun waktu yang tertentu. Keuntungan dari investasi terhadap dana nasabah yang dilakukan bank akan dibagikan antara bank dan nasabah dengan nisbah bagi hasil tertentu.

 Tantangan Pengelolaan Dana

Laju pertumbuhan perbankan syariah di tingkat global tak diragukan lagi. Aset lembaga keuangan syariah di dunia diperkirakan mencapai 250 miliar dollar AS, tumbuh rata-rata lebih dari 15 persen per tahun. Di Indonesia, volume usaha perbankan syariah selama lima tahun terakhir rata-rata tumbuh 60 persen per tahun. Tahun 2005, perbankan syariah Indonesia membukukan laba Rp 238,6 miliar, meningkat 47 persen dari tahun sebelumnya. Meski begitu, Indonesia yang memiliki potensi pasar sangat luas untuk perbankan syariah, masih tertinggal jauh di belakang Malaysia.

Tahun lalu, perbankan syariah Malaysia mencetak profit lebih dari satu miliar ringgit (272 juta dollar AS). Akhir Maret 2006, aset perbankan syariah di negeri jiran ini hampir mencapai 12 persen dari total aset perbankan nasional. Sedangkan di Indonesia, aset perbankan syariah periode Maret 2006 baru tercatat 1,40 persen dari total aset perbankan. Bank Indonesia memprediksi, akselerasi pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia baru akan dimulai tahun ini.

Implementasi kebijakan office channeling, dukungan akseleratif pemerintah berupa pengelolaan rekening haji yang akan dipercayakan pada perbankan syariah, serta hadirnya investor-investor baru akan mendorong pertumbuhan bisnis syariah. Konsultan perbankan syariah, Adiwarman Azwar Karim, berpendapat, perkembangan perbankan syariah antara lain akan ditandai penerbitan obligasi berbasis syariah atau sukuk yang dipersiapkan pemerintah.

Sejumlah bank asing di Indonesia, seperti Citibank dan HSBC, bahkan bersiap menyambut penerbitan sukuk dengan membuka unit usaha syariah. Sementara itu sejumlah investor dari negara Teluk juga tengah bersiap membeli bank-bank di Indonesia untuk dikonversi menjadi bank syariah. Kriteria bank yang dipilih umumnya beraset relatif kecil, antara Rp 500 miliar dan Rp 2 triliun. Setelah dikonversi, bank-bank tersebut diupayakan melakukan sindikasi pembiayaan proyek besar, melibatkan lembaga keuangan global.

Adanya perbankan syariah di Indonesia dipelopori oleh berdirinya Bank Muamalat Indonesia yang diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI)dengan tujuan mengakomodir berbagai aspirasi dan pendapat di masyarakat terutama masyarakat Islam yang banyak berpendapat bahwa bunga bank itu haram karena termasuk riba dan juga untuk mengambil prinsip kehati-hatian. Apabila dilihat dari segi ekonomi dan nilai bisnis, ini merupakan terobosan besar karena penduduk Indonesia 80% beragama islam, tentunya ini bisnis yang sangat potensial. Meskipun sebagian orang islam berpendapat bahwa bunga bank itu bukan riba tetapi faedah, karena bunga yang diberikan atau diambil oleh bank berjumlah kecil jadi tidak akan saling dirugikan atau didzolimi, tetapi tetap saja bagi umat islam berdirinya bank-bank syariah adalah sebuah kemajuan besar.

Tetapi sistem perbankan syariah di Indonesia masih belum sempurna atau masih ada kekurangannya yaitu masih berinduk pada Bank Indonesia, idealnya pemerintah Indonesia mendirikan lembaga keuangan khusus syariah yang setingkat Bank Indonesia yaitu Bank Indonesia Syariah.

ASURANSI

Asuransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis dimana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, dimana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut.

Asuransi dalam Undang-Undang No.2 Th 1992 tentang usaha perasuransian adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum pihak ke tiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Badan yang menyalurkan risiko disebut “tertanggung”, dan badan yang menerima risiko disebut “penanggung”. Perjanjian antara kedua badan ini disebut kebijakan: ini adalah sebuah kontrak legal yang menjelaskan setiap istilah dan kondisi yang dilindungi. Biaya yang dibayar oleh “tetanggung” kepada “penanggung” untuk risiko yang ditanggung disebut “premi”. Ini biasanya ditentukan oleh “penanggung” untuk dana yang bisa diklaim di masa depan, biaya administratif, dan keuntungan.

Contohnya, seorang pasangan membeli rumah seharga Rp. 100 juta. Mengetahui bahwa kehilangan rumah mereka akan membawa mereka kepada kehancuran finansial, mereka mengambil perlindungan asuransi dalam bentuk kebijakan kepemilikan rumah. Kebijakan tersebut akan membayar penggantian atau perbaikan rumah mereka bila terjadi bencana. Perusahaan asuransi mengenai mereka premi sebesar Rp1 juta per tahun. Risiko kehilangan rumah telah disalurkan dari pemilik rumah ke pemilik.

Dalam dunia asuransi ada 6 macam prinsip dasar yang harus dipenuhi, yaitu :

*Insurable interest Hak untuk mengasuransikan, yang timbul dari suatu hubungan keuangan, antara tertanggung dengan yang diasuransikan dan diakui secara hukum.

*Utmost good faith Suatu tindakan untuk mengungkapkan secara akurat dan lengkap, semua fakta yang material (material fact) mengenai sesuatu yang akan diasuransikan baik diminta maupun tidak. Artinya adalah : si penanggung harus dengan jujur menerangkan dengan jelas segala sesuatu tentang luasnya syarat/kondisi dari asuransi dan si tertanggung juga harus memberikan keterangan yang jelas dan benar atas obyek atau kepentingan yang dipertanggungkan.

*Proximate cause Suatu penyebab aktif, efisien yang menimbulkan rantaian kejadian yang menimbulkan suatu akibat tanpa adanya intervensi suatu yang mulai dan secara aktif dari sumber yang baru dan independen.

*Indemnity Suatu mekanisme dimana penanggung menyediakan kompensasi finansial dalam upayanya menempatkan tertanggung dalam posisi keuangan yang ia miliki sesaat sebelum terjadinya kerugian (KUHD pasal 252, 253 dan dipertegas dalam pasal 278).

*Subrogation Pengalihan hak tuntut dari tertanggung kepada penanggung setelah klaim dibayar.

*Contribution Hak penanggung untuk mengajak penanggung lainnya yang sama-sama menanggung, tetapi tidak harus sama kewajibannya terhadap tertanggung untuk ikut memberikan indemnity.

Beberapa orang menganggap asuransi sebagai suatu bentuk taruhan yang berlaku selama periode kebijakan. Perusahaan asuransi bertaruh bahwa properti pembeli tidak akan hilang ketika pembeli membayarkan uangnya. Perbedaan di biaya yang dibayar kepada perusahaan asuransi melawan dengan jumlah yang dapat mereka terima bila kecelakaan terjadi hampir sama dengan bila seseorang bertaruh di balap kuda (misalnya, 10 banding 1). Karena alasan ini, beberapa kelompok agama termasuk Amish menghindari asuransi dan bergantung kepada dukungan yang diterima oleh komunitas mereka ketika bencana terjadi. Di komunitas yang hubungan erat dan mendukung di mana orang-orangnya dapat saling membantu untuk membangun kembali properti yang hilang, rencana ini dapat bekerja. Kebanyakan masyarakat tidak dapat secara efektif mendukung sistem seperti di atas dan sistem ini tidak akan bekerja untuk risiko besar.

DANA PENSIUN

Dana pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun.

Jenis dana pensiun

Berdasarkan UU No 11 tahun 1992, di Indonesia mengenal 3 jenis dana pensiun yaitu:

  1. Dana pensiun pemberi kerja, adalah dana pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri, untuk menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti atau program pensiun iuran pasti, bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya sebagai peserta, dan menimbulkan kewajiban terhadap pemberi kerja.
  2. Dana pensiun lembaga keuangan, adalah dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan program pensiun iuran pasti, bagi perorangan, baik karyawan maupun pkerja mandiri yang terpisah dari dana pensiun pemberi kerja bagi karyawan bank atai perusahaan asuransi jiwa.
  3. Dana pensiun berdasarkan keuntungan, adalah dana pensiun pemberi kerja yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti, dengan iuran hanya dari pemberi kerja yang didasarkan pada rumus yang dikaitkan dengan keuntungan pemberi kerja.

Manfaat dana pensiun

  1. Manfaat pensiun normal, adalah manfaat pensiun bagi peserta yang mulai dibayarkan pada saat peserta pensiun setelah mencapai usia pensiun normal atau sesudahnya.
  2. Manfaat pensiun dipercepat, adalah manfaat pensiun bagi peserta yang dibayarkan bila peserta pensiun pada usia tertentu sebelum usia pensiun normal.
  3. Manfaat pensiun cacat, adalah manfaat pensiun bagi peserta yang dibayarkan bila peserta menjadi cacat.

PEGADAIAN

Pegadaian adalah sebuah BUMN di Indonesia yang usaha intinya adalah bidang jasa penyaluran kredit kepada masyarakat atas dasar hukum gadai. Jajaran direksi Pegadaian saat ini adalah Direktur Utama Suwhono, Direktur Keuangan Budiyanto, Direktur Pengembangan Usaha Wasis Djuhar, Direktur Operasi Moch. Edy Prayitno, dan Direktur Umum dan SDM Sumanto Hadi.

Produk/Layanan

Hingga saat ini masih banyak anggota masyarakat yang mengenal Pegadaian dari bisnis intinya saja, yaitu gadai. Padahal di samping itu, produk Pegadaian sebenarnya cukup banyak. Berikut adalah beberapa layanan Perum Pegadaian.

Bisnis Inti

KCA (Kredit Cepat Aman)

KCA adalah layanan kredit berdasarkan hukum gadai dengan pemberian pinjaman mulai dari Rp. 20.000,- sampai dengan Rp. 200.000.000,-. Jaminannya berupa barang bergerak, baik barang perhiasan emas dan berlian, peralatan elektronik, kendaraan maupun alat rumah tangga lainnya. Jangka waktu kredit maksimum 4 bulan atau 120 hari dan pengembaliannya dilakukan dengan membayar uang pinjaman dan sewa modalnya.

Kreasi (Kredit Angsuran Fidusia)

Layanan ini ditujukan kepada pengusaha mikro dan kecil sebagai alternatif pemenuhan modal usaha dengan penjaminan secara fidusia dan pengembalian pinjamannya dilakukan melalui angsuran. Kredit Kreasi merupakan modifikasi dari produk lama yang sebelumnya dikenal dengan nama Kredit Kelayakan Usaha Pegadaian. Agunan yang diterima saat ini adalah BPKB kendaraan bermotor (mobil atau sepeda motor).

Krasida (Kredit Angsuran Sistem Gadai)

Merupakan pemberian pinjaman kepada para pengusaha mikro-kecil (dalam rangka pengembangan usaha) atas dasar gadai yang pengembalian pinjamannya dilakukan melalui angsuran.

Krista (Kredit Usaha Rumah Tangga)

Merupakan pemberian pinjaman kepada ibu-ibu kelompok usaha rumah tangga sangat mikro yang membutuhkan dana dalam bentuk pinjaman modal kerja yang pengembalian pinjamannya dilakukan melalui angsuran. adapun kredit ini hanya dikenakan bunga 0,9 % per bulan tanpa menggunakan agunan hal ini semata-mata dilakukan PEGADAIAN untuk membantu kegiatan UKM di INDONESIA

Kremada (Kredit Perumahan Swadaya)

Merupakan pemberian pinjaman kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk membangun atau memperbaiki rumah dengan pengembalian secara angsuran. Pendanaan ini merupakan kerja sama dengan Menteri Perumahan Rakyat.

KTJG (Kredit Tunda Jual Gabah)

Diberikan kepada para petani dengan jaminan gabah kering giling. Layanan kredit ini ditujukan untuk membantu para petani pasca panen agar terhindar dari tekanan akibat fluktuasi harga pada saat panen dan permainan harga para tengkulak.

Investa (Gadai Efek)

Gadai Efek merupakan pemberian pinjaman kepada masyarakat dengan agunan berupa saham dengan sistem gadai.

Kucica (Kiriman Uang Cara Instan, Cepat dan Aman)

Adalah produk pengiriman uang dalam dan luar negeri yang bekerjasama dengan Western Union.

Kagum (Kredit Serba Guna untuk Umum)

Merupakan layanan kredit yang ditujukan bagi pegawai berpenghasilan tetap.

Jasa Taksiran dan Jasa Titipan

Jasa Taksiran adalah pemberian pelayanan kepada masyarakat yang ingin mengetahui seberapa besar nilai sesungguhnya dari barang yang dimiliki seperti emas, berlian, batu permata dan lain-lain. Jasa Titipan adalah pelayanan kepada masyarakat yang ingin menitipkan barang-barang atau surat berharga yang dimiliki terutama bagi orang-orang yang akan pergi meninggalkan rumah dalam waktu lama, misalnya menunaikan ibadah haji, pergi keluar kota atau mahasiswa yang sedang berlibur.

Rahn (Gadai Syariah)

Rahn adalah produk jasa gadai yang berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah dengan mengacu pada sistem administrasi modern.

Arrum (Ar-Rahn untuk Usaha Mikro Kecil)

Adalah produk dengan konstruksi penjaminan fidusia untuk pengusaha mukro-kecil dengan prinsip syariah.

Mulia (Murabahah Logam Mulia untuk Investasi Abadi)

Adalah penjualan logam mulia oleh Pegadaian kepada masyarakat yang berminat untuk berinvestasi pada emas secara tunai dan angsuran. Emas yang telah dibeli dari produk Mulia ini dapat diperjualbelikan kembali di Bursa Mulia apabila di kemudian hari membutuhkan uang dalam waktu yang singkat.

Bisnis Lain

Properti

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan assetnya yang kurang produktif, Pegadaian membangun gedung untuk disewakan, baik dengan cara pembiayaan sendiri maupun bekerja sama dengan pihak ketiga dengan Sistem Bangun-Kelola-Alih atau Build-Operate-Transfer (BOT) dan Kerja Sama Operasi (KSO).

Jasa Lelang

Perum Pegadaian memiliki satu anak perusahaan PT Balai Lelang Artha Gasia dengan komposisi kepemilikan saham 99,99% (Perum Pegadaian) dan 0,01% (Deddy Kusdedi). PT Balai Lelang Artha Gasia bergerak dibidang jasa lelang dengan maksud menyelenggarakan penjualan di muka umum secara lelang sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Perusahaan leasing adalah suatu bentuk perusahaan yang bergerak di jasa sewa kendaraan, namun pada akhir tenor kepada customer diberikan pilihan apakah kendaraan ingin dibeli atau tetap menjadi milik perusahaan.

Pasar Modal

Pengertian Pasar Modal
Manajemen Investasi. Menurut Husnan (2003) adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual-belikan, baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta. Menurut Usman (1990:62), umumnya surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal dapat dibedakan menjadi surat berharga bersifat hutang dan surat berharga yang bersifat pemilikan. Surat berharga yang bersifat hutang umumnya dikenal nama obligasi dan surat berharga yang bersifat pemilikan dikenal dengan nama saham. Lebih jauh dapat juga didefinisikan bahwa obligasi adalah bukti pengakuan hutang dari perusahaan, sedangkan saham adalah bukti penyertaan dari perusahaan.
Pengertian pasar modal secara umum adalah suatu sistem keuangan yang terorganisasi, termasuk didalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga perantara dibidang keuangan, serta keseluruhan surat-surat berharga yang beredar. Dalam arti sempit, pasar modal adalah suatu pasar (tempat, berupa gedung) yang disiapkan guna memperdagangkan saham-saham, obligasi-obligasi, dan jenis surat berharga lainnya dengan memakai jasa para perantara pedagang efek (Sunariyah, 2000 : 4). Dilihat dari pengertian akan pasar modal diatas, maka jelaslah bahwa pasar modal juga merupakan salah satu cara bagi perusahaan dalam mencari dana dengan menjual hak kepemilikkan perusahaan kepada masyarakat.

Investasi dan Pelaku Pasar Modal
Dewasa ini telah dikembangkan suatu model dalam pengambilan keputusan tentang usul investasi yang berada dalam suatu portofolio, dimana proyek baru yang diusulkan itu dikaitkan dengan proyek-proyek lainnya yang ada dalam suatu perusahaan.
Proyek-proyek investasi itu mempunyai risiko yang tidak independent Awat (1999 : 276).
Harapan keuntungan suatu portofolio adalah rata-rata tertimbang dari harapan keuntungan surat berharga yang diperbandingkan dalam portofolio tersebut. Para pemain utama yang terlibat di pasar modal dan lembaga penunjang yang terlibat langsung dalam proses transaksi antara pemain utama sebagai berikut Kasmir(2001 : 183-189) :
1. Emiten. Perusahaan yang akan melakukan penjualan surat-surat berharga atau melakukan emisi di bursa (disebut emiten). Dalam melakukan emisi, para emiten memiliki berbagai tujuan dan hal ini biasanya sudah tertuang dalam rapat umum pemegang saham (RUPS), antara lain :
a. Perluasan usaha, modal yang diperoleh dari para investor akan digunakan untuk meluaskan bidang usaha, perluasan pasar atau kapasitas produksi.
b. Memperbaiki struktur modal, menyeimbangkan antara modal sendiri dengan modal asing.
c. Mengadakan pengalihan pemegang saham. Pengalihan dari pemegang saham lama kepada pemegang saham baru.
2. Investor. Pemodal yang akan membeli atau menanamkan modalnya di perusahaan yang melakukan emisi (disebut investor). Sebelum membeli surat berharga yang ditawarkan, investor biasanya melakukan penelitian dan analisis tertentu. Penelitian ini mencakup bonafiditas perusahaan, prospek usaha emiten dan analisis lainnya.
Tujuan utama para investor dalam pasar modal antara lain :
a. Memperoleh deviden. Ditujukan kepada keuntungan yang akan diperolehnya berupa bunga yang dibayar oleh emiten dalam bentuk deviden.
b. Kepemilikan perusahaan. Semakin banyak saham yang dimiliki maka semakin besar pengusahaan (menguasai) perusahaan.
c. Berdagang. Saham dijual kembali pada saat harga tinggi, pengharapannya adalah pada saham yang benar-benar dapat menaikkan keuntungannya dari jual beli sahamnya.

3 Lembaga Penunjang. Fungsi lembaga penunjang ini antara lain turut serta mendukung beroperasinya pasar modal, sehingga mempermudah baik emiten maupun investor dalam melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pasar modal. Lembaga penunjang yang memegang peranan penting di dalam mekanisme pasar modal adalah sebagai berikut :
d. Penjamin emisi (underwriter). Lembaga yang menjamin terjualnya saham/obligasi sampai batas waktu tertentu dan dapat memperoleh dana yang diinginkan emiten.
e. Perantara perdagangan efek (broker / pialang). Perantaraan dalam jual beli efek, yaitu perantara antara si penjual (emiten) dengan si pembeli (investor). Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh broker antara lain meliputi :
1) Memberikan informasi tentang emiten
2) Melakukan penjualan efek kepada investor
f. Perdagangan efek (dealer), berfungsi sebagai :
1) Pedagang dalam jual beli efek
2) Sebagai perantara dalam jual beli efek
g. Penanggung (guarantor). Lembaga penengah antara si pemberi kepercayaan dengan si penerima kepercayaan. Lembaga yang dipercaya oleh investor sebelum menanamkan dananya.
h. Wali amanat (trustee). Jasa wali amanat diperlukan sebagai wali dari si pemberi amanat (investor). Kegiatan wali amanat meliputi :
1) Menilai kekayaan emiten
2) Menganalisis kemampuan emiten
3) Melakukan pengawasan dan perkembangan emiten
4) Memberi nasehat kepada para investor dalam hal yang berkaitan dengan emiten
5) Memonitor pembayaran bunga dan pokok obligasi
6) Bertindak sebagai agen pembayaran
i. Perusahaan surat berharga (securities company). Mengkhususkan diri dalam perdagangan surat berharga yang tercatat di bursa efek. Kegiatan perusahaan surat berharga antara lain :
1) Sebagai pedagang efek
2) Penjamin emisi
3) Perantara perdagangan efek
4) Pengelola dana
j. Perusahaan pengelola dana (investment company). Mengelola surat-surat berharga yang akan menguntungkan sesuai dengan keinginan investor, terdiri dari 2 unit yaitu sebagai pengelola dana dan penyimpan dana.
k. Kantor administrasi efek. Kantor yang membantu para emiten maupun investor dalam rangka memperlancar administrasinya.
1) Membantu emiten dalam rangka emisi
2) Melaksanakan kegiatan menyimpan dan pengalihan hak atas saham para investor
3) Membantu menyusun daftar pemegang saham
4) Mempersiapkan koresponden emiten kepada para pemegang saham
5) Membuat laporan-laporan yang diperlukan

Jenis dan Fungsi Pasar Modal
Pasar modal dibedakan menjadi 2 yaitu pasar perdana dan pasar sekunder :
1. Pasar Perdana ( Primary Market )
Pasar Perdana adalah penawaran saham pertama kali dari emiten kepada para pemodal selama waktu yang ditetapkan oleh pihak penerbit (issuer) sebelum saham tersebut belum diperdagangkan di pasar sekunder. Biasanya dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 6 hari kerja. Harga saham di pasar perdana ditetukan oleh penjamin emisi dan perusahaan yang go public berdasarkan analisis fundamental perusahaan yang bersangkutan.
Dalam pasar perdana, perusahaan akan memperoleh dana yang diperlukan. Perusahaan dapat menggunakan dana hasil emisi untuk mengembangkan dan memperluas barang modal untuk memproduksi barang dan jasa. Selain itu dapat juga digunakan untuk melunasi hutang dan memperbaiki struktur pemodalan usaha. Harga saham pasar perdana tetap, pihak yang berwenang adalah penjamin emisi dan pialang, tidak dikenakan komisi dengan pemesanan yang dilakukan melalui agen penjualan.
2. Pasar Sekunder ( Secondary Market )
Pasar sekunder adalah tempat terjadinya transaksi jual-beli saham diantara investor
setelah melewati masa penawaran saham di pasar perdana, dalam waktu selambat-lambatnya 90 hari setelah ijin emisi diberikan maka efek tersebut harus dicatatkan di bursa.
Dengan adanya pasar sekunder para investor dapat membeli dan menjual efek setiap saat. Sedangkan manfaat bagi perusahaan, pasar sekunder berguna sebagai tempat untuk menghimpun investor lembaga dan perseorangan.
Harga saham pasar sekunder berfluktuasi sesuai dengan ekspetasi pasar, pihak yang berwenang adalah pialang, adanya beban komisi untuk penjualan dan pembelian, pemesanannya dilakukan melalui anggota bursa, jangka waktunya tidak terbatas. Tempat terjadinya pasar sekunder di dua tempat, yaitu:
1.Bursa reguler
Bursa reguler adalah bursa efek resmi seperti Bursa Efek Jakarta (BEJ), dan Bursa Efek Surabaya (BES)
2.Bursa paralel
Bursa paralel atau over the counter adalah suatu sistem perdagangan efek yang terorganisir di luar bursa efek resmi, dengan bentuk pasar sekunder yang diatur dan
diselenggarakan oleh Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek-efek (PPUE), diawasi dan dibina oleh Bapepam. Over the counter karena pertemuan antara penjual dan pembeli tidak dilakukan di suatu tempat tertentu tetapi tersebar diantara kantor para broker atau dealer.

Fungsi Pasar Modal
Tempat bertemunya pihak yang memiliki dana lebih (lender) dengan pihak yang memerlukan dana jangka panjang tersebut (borrower). Pasar modal mempunyai dua fungsi yaitu ekonomi dan keuangan. Di dalam ekonomi, pasar modal menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana dari lender ke borrower.
Dengan menginvestasikan dananya lender mengharapkan adanya imbalan atau return dari penyerahan dana tersebut. Sedangkan bagi borrower, adanya dana dari luar dapat digunakan untuk usaha pengembangan usahanya tanpa menunggu dana dari hasil operasi
perusahaannya. Di dalam keuangan, dengan cara menyediakan dana yang diperlukan oleh borrower dan para lender tanpa harus terlibat langsung dalam kepemilikan aktiva riil.

Sumber:

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/06/pasar-modal-definisi-pelaku-jenis-dan.html

http://www2.idx.co.id/MainMenu/Education/MengenalPasarModal/tabid/137/lang/id-ID/language/id-ID/Default.aspx

Maret 12, 2011

tentang ekonomi Moneter

Filed under: Uncategorized — idham1104 @ 1:58 am
  1. 1. Bank Umum

Para ahli perbankan di negara-negara maju mendefinisikan bank umum sebagai institusi keuangan yang berorientasi laba. Untuk memperoleh laba tersebut bank umum melaksanakan fungsi intermediasi. Karena diizikan mengumpulkan dana dalam bentuk deposito, bank umum disebut juga sebagai lembaga keuangan depositori. Berdasarkan kemampuannya menciptakan uang (giral), bank umum dapat juga disebut sebagai bank umum pencipta uang giral.
Pengertian bank umum menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1998 :

Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Fungsi-fungsi bank umum yang diuraikan di bawah ini menujukkan betapa pentingnya keberadaan bank umum dalam perekonomian modern, yaitu :

1.    Penciptaan uang

Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring). Kemampuan bank umum menciptakan uang giral menyebabkan possisi dan fungsinya dalam pelaksanaan kebijakan moneter.

Bank sentral dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mempengaruhi kemampuan bank umum menciptakan uang giral.

2.    Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran

Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran.

Beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran elektronik.
3.    Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat

Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, utamanya melalui penyaluran kredit.


4.    Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional

Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang berbeda negara selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter masing-masing negara. Kehadiran bank umum yang beroperasi dalam skala internasional akan memudahkan penyelesaian transaksi-transaksi tersebut. Dengan adanya bank umum, kepentingan pihak-pihak yang melakukan transaksi internasional dapat ditangani dengan lebih mudah, cepat, dan murah.

5.    Penyimpanan Barang-Barang Berharga

Penyimpanan barang-barang berharga adalah satu satu jasa yang paling awal yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat menyimpan barang-barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe deposit box). Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan bank memperluas jasa pelayanan dengan menyimpan sekuritas atau surat-surat berharga.

6.    Pemberian Jasa-Jasa Lainnya

Di Indonesia pemberian jasa-jasa lainnya oleh bank umum juga semakin banyak dan luas. Saat ini kita sudah dapat membayar listrik, telepon membeli pulsa telepon seluler, mengirim uang melalui atm, membayar gaji pegawai dengan menggunakan jasa-jasa bank.

Jasa-jasa ini amat memudahkan dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada pihak yang menggunakannya.

Bank sentral di suatu negara, pada umumnya adalah sebuah instansi yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter di wilayah negara tersebut. Bank Sentral berusaha untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan, dan sistem finansial secara keseluruhan. Di Indonesia, fungsi Bank Sentral diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

Bank Sentral adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali, dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang. Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka Bank Sentral dengan menggunakan instrumen antara lain namun tidak terbatas pada base money, suku bunga, giro wajib minimum mencoba menyesuaikan jumlah uang beredar sehingga tidak berlebihan dan cukup untuk menggerakkan roda perekonomian.

 

 

  1. Pengelolaan bank umum konvensional

 

  1. Pada bank konvensional, kepentingan pemilik dana (deposan) adalah memperoleh imbalan berupa bunga simpanan yang tinggi, sedang kepentingan pemegang saham adalah diantaranya memperoleh spread yang optimal antara suku bunga simpanan dan suku bunga pinjaman (mengoptimalkan interest difference). Dilain pihak kepentingan pemakai dana (debitor) adalah memperoleh tingkat bunga yang rendah (biaya murah). Dengan demikian terhadap ketiga kepentingan dari tiga pihak tersebut terjadi antagonisme yang sulit diharmoniskan. Dalam hal ini bank konvensional berfungsi sebagai lembaga perantara saja
  2. Tidak adanya ikatan emosional yang kuat antara Pemegang Saham, Pengelola Bank dan Nasabah karena masing-masing pihak mempunyai keinginan yang bertolak belakang
  3. Sistem bunga:
  • Penentuan suku bunga dibuat pada waktu akad dengan pedoman harus selalu untung untuk pihak Bank
  • Besarnya prosentase berdasarkan pada jumlah uang (modal) yang dipinjamkan.
  • Jumlah pembayaran bunga tidak mengikat meskipun jumlah keuntungan berlipat ganda saat keadaan ekonomi sedang baik
  • Eksistensi bunga diragukan kehalalannya oleh semua agama termasuk agama Islam
  • Pembayaran bunga tetap seperti yang dijanjikan tanpa pertimbangan proyek yang dijalankan oleh pihak nasabah untung atau rugi.

 

*dari berbagai sumber



Februari 23, 2011

softskill ekonomi moneter

Filed under: Uncategorized — idham1104 @ 1:33 pm

Konsep dasar ekonomi moneter

Secara umum dapat dikatakan bahwa Ekonomi Moneter adalah bagian dari ilmu ekonomi yang secara khusus mempelajari sifat, fungsi, dan peranan serta pengaruhuang terhadap aktivitas perekonomian sebuah negara.

Dengan mempelajari EM, dapat diketahui secara mendalam berbagai hal yang
berkaitan dengan uang, seperti mekanisme penciptaan uang, peranan uang, pasar
uang, tingkat bunga, sistem dan kebijakan moneter ini, dan hal penting lainnya
penting karena uang memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat

2. Dengan mempelajari EM, dapat diketahui serta dianalisis berbagai fenomena dan
kebijakan moneter serta dampaknya pada aktivitas ekonomi masyarakat dan negara.
Beberapa fenomena moneter misalnya :

*Bertambahnya jumlah uang beredar

*Berubahnya tingkat suku bunga

*Kredit macet

*Fluktuasi nilai tukar, dan sejenisnya

*Sedangkan beberapa kebijakan moneter diantaranya adalah :

*Kebijakan Bank Indonesia dalam menetapkan suku bunga

*Kebijakan Bank Indonesia dalam menstabilkan nilai tukar rupiah

*Kebijakan Bank Indonesia dalam mendorong penyaluran kredit Dan sejenisnya

 

 

Alasan perlunya mempelajari ilmu ekonomi moneter

1. Dapat mengetahui secara mendalam tentang mekanisme penciptaan uang, tingkat

bunga, pasar uang, sistem dan kebijakan moneter, serta pembayaran internasional.

2. Dapat mengetahui serta menganalisa beberapa fenomena moneter dalam kaitannya

dengan efek kebijakan moneter terhadap kegiatan ekonomi.

 

 

Uang dan standar moneter

 

Pengertian Uang

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima saecara umum. Alat tukar itu berupa benda apa saja yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Sedangkan uang dalam ilmu ekonomi modern, didefinisikan beberapa ahli sebagai berikut:

1. AC Pigou; dalam bukunya The Veil of Money, yang dimaksud uang adalah alat

tukar.

2. DH Robertson; dalam bukunya Money, ia mengatakan bahwa uang adalah sesuatu

yang bisa diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang-barang.

3. RG Thomas; dalam bukunya Our Modern Banking, menjelaskan uang adalah sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.

Standar moneter adalah benda yang ditetapkan sebagai objek pembanding atau nilai dalam jumlah satuan tertentu dan dalam waktu tertentu sebagai alat kesatuan hitung.
Standar mata uang yang digunakan dapat berupa logam atau kertas

Peran Uang dalam Perekonomian

Semua aspek kehidupan manusia dalam peradaban modern saat ini tidak terlepas dan ditopang sepenuhnya oleh uang. Tidak ada satupun peradaban di dunia ini yang tidak mengenal dan menggunakan uang. Kalaupun ada, maka perekonomian dalam peradaban tersebut pasti stagnan dan tidak berkembang.

Peran uang dalam perekonomian dapat diibaratkan darah yang mengalir dalam tubuh manusia. Tanpa darah, manusia seakan-akan hendak mati. Kekurangan uang bagaikan kekurangan darah yang mengakibatkan gairah hidup menurun dan lemah, yang pada akhirnya manusia menjadi sakit-sakitan.

Uang memang benda mati. Namun ternyata ia bisa mengendalikan hidup manusia. Ini bisa terjadi jika manusia lupa akan fungsi dan peran uang yang sesungguhnya. Dengan uang – yang notabene adalah benda mati – napas hidup perekonomian suatu negara dapat terlihat. Dengan uang manusia bisa membeli rasa “aman:, bersosialisasi, dihargai dan dihormati. Dengan uang manusia dapat mengaktualisasikan dirinya.

1. Standar Uang Logam  (Metal Standard)

Apabila logam tertentu, baik emas atau perak digunakan sebagai standar keuangan negara. Standar logam dibedakan atas:

  • standar emas tunggal(monometalism), menggunakan emas atau perak sebagai standar keuangan
    Standar emas tunggal terbagi: 1. standar emas tulen (pure gold standard), uang emas dan uang kertas yang beredar; 2. standar inti emas (gold bullion standard), uang perak & uang kertas yang beredar ; 3. standar wesel (gold exchange standard), emas & wesel dari negara yang berstandar
  • sistem standar kembar (bimetallism), menggunakan emas dan  perak sebagai dasar keuangan negara dan perbandingan keduanya (Thomas Gresham dalam teorinya the bad money always drives out good money; uang yang nilai bahannya rendah akan mendesak nilai bahan yang lebih tinggi, sehingga uang logam yang nilai bahannya tinggi akan disimpan orang) ditetapkan oleh undang-undang
  • sistem standar pincang, bila emas digunakan sebagai dasar keuangan dan perak sebagai alat pembayaran yang sah, tetapi masyarakat tidak bisa bebas mencetaknya.

2. Standar Kertas (Ametalism)

Uang kertas berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Di dalam suatu negara beredar uang kertas dalam jumlah yang tidak terbatas dan uang tersebut tidak bisa ditukar dengan emas

 

 

 

Sumber.

e-dukasi.net

scrib.com

 

 

Oktober 21, 2010

Tugas Soft Skill Ekonomi dan Bank

Filed under: Uncategorized — idham1104 @ 7:47 am

MINGGU PERTAMA

1. PENGERTIAN, PERKEMBANGAN DAN FUNGSI UANG

1.1       Proses Pertukaran Dalam Perekonomian

Dikarenakan sistem perekonomian ini masih menggunakan sistem pertukaran, maka masyarakat hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan primer. Kemudian karena masyarakat yang menggunakan sistem ini adalah masyarakat tradisional yang masih menggunakan teknologi sederhana, maka produktivitaspun menjadi rendah, karena meraka akan merasa cukup jika pemenuhan kebutuhan primer sudah terlaksana.

 

 

1.2       Pertukaran Barter dan sifat-sifatnya

Barter adalah kegiatan tukar-menukar barang atau jasa yang terjadi tanpa perantaraan uang. Tahap selanjutnya menghadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri mereka mencari dari orang yang mau menukarkan barang yang dimilikinya dengan barang lain yang dibutuhkannya. Akibatnya barter, yaitu barang ditukar dengan barang. Pada masa ini timbul benda-benda yang selalu dipakai dalam pertukaran. Kesulitan yang dialami oleh manusia dalam barter adalah kesulitan mempertemukan orang-orang yang saling membutuhkan dalam waktu bersamaan. Kesulitan itu telah mendorong manusia untuk menciptakan kemudahan dalam hal pertukaran, dengan menetapkan benda-benda tertentu sebagai alat tukar. Sampai sekarang barter masih dipergunakaan pada saat terjadi krisis ekonomi di mana nilai mata uang mengalami devaluasi akibat hiperinflasi.

1.3       Definisi dan Arti Penting Uang

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran.

 

1.4       Netralitas Uang

Netralitas Uang Sebenarnya masalah netralitas uang itu sendiri merupakan masalah yang sangat teoritis sekali dan merupakan masalah lama dalam ekonomi moneter sendiri, meskipun demikian perlu juga dimengerti tentang definisi ‘Netralitas uang”, yaitu Uang dikatakan netral jika keseimbangan yang baru, keseimbangan lama terganggu akibat adanya perubahan jumlah uang beredar, dicapai dimana seluruh variabel riil mempunyai nilai sebagaimana sebelum adanya perubahan jumlah uang yang beredar. Uang dikatakan tidak netral bila model yang digunakan tidak memenuhi persyaratan tersebut di atas.

1.5       Fungsi Pokok dan Khusus Uang

Secara umum, uang memiliki fungsi sebagai perantara untuk pertukaran barang dengan barang, juga untuk menghindarkan perdagangan dengan cara barter. Secara lebih rinci, fungsi uang dibedalan menjadi dua: fungsi asli dan fungsi turunan.

Fungsi asli uang ada tiga, yaitu sebagai alat tukar, sebagai satuan hitung, dan sebagai penyimpan nilai.

Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran. Orang yang akan melakukan pertukaran tidak perlu menukarkan dengan barang, tetapi cukup menggunakan uang sebagai alat tukar. Kesulitan-kesulitan pertukaran  dengan cara barter dapat diatasi dengan pertukaran uang.

Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) karena uang dapat digunakan untuk menunjukan nilai berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman. Uang juga dipakai untuk menentukan harga barang/jasa (alat penunjuk harga). Sebagai alat satuan hitung, uang berperan untuk memperlancar perukaran,.

Selain itu, uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang. Ketika seorang penjual saat ini menerima sejumlah uang sebagai pembayaran atas barang dan jasa yang dijualnya, maka ia dapat menyimpan uang tersebut untuk digunakan membeli barang dan jasa di masa mendatang.

Selain ketiga hal di atas, uang juga memiliki fungsi lain yang disebut sebagai fungsi turunan. Fungsi turunan itu antara lain uang sebagai alat pembayaran, sebagai alat pembayaran utang, sebagai alat penimbun atau pemindah kekayaan (modal), dan alat untuk meningkatkan status sosial.

 

1.6       Jenis-Jenis Uang

Menurut bahan pembuatannya

 

Dinar dan Dirham, dua contoh mata uang logam.

Uang menurut bahan pembuatannya terbagi menjadi dua, yaitu uang logam dan uang kertas.

Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam; biasanya dari emas atau perak karena kedua logam itu memiliki nilai yang cenderung tinggi dan stabil, bentuknya mudah dikenali, sifatnya yang tidak mudah hancur, tahan lama, dan dapat dibagi menjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilai.

Uang logam memiliki tiga macam nilai:

  1. Nilai intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang.
  2. Nilai nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00).
  3. Nilai tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso).

Ketika pertama kali digunakan, uang emas dan uang perak dinilai berdasarkan nilai intrinsiknya, yaitu kadar dan berat logam yang terkandung di dalamnya; semakin besar kandungan emas atau perak di dalamnya, semakin tinggi nilainya. Tapi saat ini, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya. Nilai nominal adalah nilai yang tercantum atau tertulis di mata uang tersebut.

Sementara itu, yang dimaksud dengan “uang kertas” adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).

Menurut nilainya

Menurut nilainya, uang dibedakan menjadi uang penuh (full bodied money) dan uang tanda (token money)

Nilai uang dikatakan sebagai uang penuh apabila nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum sama dengan nilai intrinsik yang terkandung dalam uang tersebut. Jika uang itu terbuat dari emas, maka nilai uang itu sama dengan nilai emas yang dikandungnya.

Sedangkan yang dimaksud dengan uang tanda adalah apabila nilai yang tertera diatas uang lebih tinggi dari nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang atau dengan kata lain nilai nominal lebih besar dari nilai intrinsik uang tersebut. Misalnya, untuk membuat uang Rp1.000,00 pemerintah mengeluarkan biaya Rp750,00.

 

MINGGU KEDUA

2. STANDAR MONETER

2.1       Arti Penting Standar Uang

Adalah benda yang ditetapkan sebagai objek pembanding atau nilai dalam jumlah satuan tertentu dan dalam waktu tertentu sebagai alat kesatuan hitung. Standar mata uang yang digunakan dapat berupa logam atau kertas.

2.2       Macam- macam Standar moneter

 

1. Standar Uang Logam  (Metal Standard)

Apabila logam tertentu, baik emas atau perak digunakan sebagai standar keuangan negara. Standar logam dibedakan atas:

  • standar emas tunggal(monometalism), menggunakan emas atau perak sebagai standar keuangan
    Standar emas tunggal terbagi: 1. standar emas tulen (pure gold standard), uang emas dan uang kertas yang beredar; 2. standar inti emas (gold bullion standard), uang perak & uang kertas yang beredar ; 3. standar wesel (gold exchange standard), emas & wesel dari negara yang berstandar
  • sistem standar kembar (bimetallism), menggunakan emas dan  perak sebagai dasar keuangan negara dan perbandingan keduanya (Thomas Gresham dalam teorinya the bad money always drives out good money; uang yang nilai bahannya rendah akan mendesak nilai bahan yang lebih tinggi, sehingga uang logam yang nilai bahannya tinggi akan disimpan orang) ditetapkan oleh undang-undang
  • sistem standar pincang, bila emas digunakan sebagai dasar keuangan dan perak sebagai alat pembayaran yang sah, tetapi masyarakat tidak bisa bebas mencetaknya.

2. Standar Kertas (Ametalism)

Uang kertas berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Di dalam suatu negara beredar uang kertas dalam jumlah yang tidak terbatas dan uang tersebut tidak bisa ditukar dengan emas.

 

 

 

MINGGU KE 3 DAN 4

3.  TEORI PERMINTAAN UANG

3.1       Teori Permintaan uang Klasik

Merupakan teori yang menitikberatkan uang hanya sebagai alat transaksi. Teori klasik dikemukakan oleh Irving Fisher (M.V=P.T)

dimana:

  • M = jumlah uang yang beredar
  • V = Perputaran uang dari satu tangan ke tangan lain dalam satu periode (Velocity of Money)
  • P = Harga barang
  • T = jumlah transaksi

Menurut David Hume jumlah uang yang beredar berkorelasi positif terhadap perubahan tingkat harga.

Teori lainnya yaitu Teori Cash Balance yang dikemukakan oleh A. Marshall dai Universitas Cambridge. Pandangan A. Marshall sama dengan  teori klassik lainnya karena uang akan cepat likuid. Menurut Cambridge permintaan uang akan dipengaruhi perilaku masyarakat dalam memanfaatkan beberapa jenis kekayaan dan salah satunya uang.

Karakteristik Ekonomi Klasik:

  1. Landasan teorinya berdasarkan hukum “Say” yang menyatakan penawaran akan menciptakan permintaan.
  2. Perekonomian akan berada di bawah full employment
  3. Harga umum bersifat fleksibel
  4. Setiap aktivitas produksi sekaligus akan berdampak pada peningkatan output dan peningkatan penghasilan pemilik faktor-faktor dengan nilai yang sama
  5. Semua penghasilan dibelanjakan di pasar barang
  6. Tidak perlu intervensi pemerintah
  7. Informasi pasar sempurna dan alokasi sumber ekonomi berjalan secara efisien dan produktif

Karakteristik  Klassik di Pasar Uang:

  1. Permintaan hanya untuk transaksi
  2. Penawaran uang ditentukan oleh pemerintah
  3. Pasar selalu dalam keadaan keseimbangan, dimana permintaan sama dengan penawaran uang yaitu sejumlah tertentu dalam pendapatan nasional

Karakteristik Klassik di Pasar Tenaga Kerja:

  1. Tingkat upah selalu bersifat fleksibel karena pasar persaingan sempurna dan informasi pasar tenaga kerja sempurna
  2. Kondisi perekonomian selalu dalam keadaan full employment
  3. Tidak ada intervensi pemerintah dalam mengatasi pengangguran

3.2       Teori Permintaan Uang Keynes

Keynes berpendapat bahwa sistem Leissez Faire murni tidak
bisa dipertahankan. Pada tingkat makro, pemerintah harus
secara aktif dan sadar mengendalikan perekonomian ke arah
posisi “Full Employment”-nya, sebab mekanisme otomatis ke
arah posisi tersebut tidak bisa diandalkan secara otomatis.

Menurut Keynes, situasi makro suatu perekonomian ditentukan
oleh apa yang terjadi dengan permintaan agregat masyarakat
apabila permintaan agregat melebihi penawaran agregat (atau
output yang dihasilkan) dalam periode tersebut, maka akan
terjadi situasi “kekurangan produksi”. Pada periode berikutnya
output akan naik atau harga akan naik, atau keduanya terjadi
bersama-sama.

Inti dari kebijakan makro Keynes adalah bagaimana pemerintah bisa
mempengaruhi permintaan agregat (dengan demikian, mempengaruhi
situasi makro), agar mendekati posisi “Full Employment”-nya.

“Permintaan Agregat” adalah seluruh jumlah uang yang dibelanjakan
oleh seluruh lapisan masyarakat untuk membeli barang dan jasa dalam
satu tahun. Barang dan jasa diartikan sebagai barang dan jasa yang
diproduksikan dalam tahun tersebut (barang bekas atau barang yang
diproduksikan tahun-tahun sebelumnya atau barang yang tidak
diproduksikan seperti tanah, tenaga kerja dan faktor produksi lain, tidak
termasuk dalam pengertian “barang dan jasa” dimaksud disini).

Dalam perekonomian tertutup permintaan agregat terdiri dari 3 unsur:

1)

Pengeluaran Konsumsi oleh Rumah Tangga (C)

2)

Pengeluaran Investasi oleh Perusahaan (I)

3)

Pengeluaran Pemerintah (G), Pemerintah bisa mempengaruhi permintaan agregat secara langsung melalui pengeluaran pemerintah dan secara tidak langsung terhadap pengeluaran konsumsi dan pengeluaran investasi.  Z=C+I+G

MINGGU KE LIMA DAN ENAM

4. TEORI PENAWARAN UANG (UANG BEREDAR)

 

4.1       Pengertian JUB

Pengertian Jumlah Uang Beredar JUB
4.1.1 Pengertian JUB Zaman Ekonomi Klasik
Sebagian ekonom klasik mengartikan uang beredar sebagai uang kertas dan uang logam yang
ada di tangan masyarakat ( disebut juga uang kartal atau currency )
karena hanya uang
inilah yang benar benar merupakan daya beli yang langsung bisa digunakan/dibelanjakan serta
mempengaruhi harga barang barang. Bahkan kaum klasik menyempitkan lagi tentang apa yang
dianggap uang beredar yaitu hanya uang kertas dan logam yang ada di tangan masyarakat, dan
tidak termasuk uang yang disimpan di bank dan di kantor kas negara.
4.1.2 Pengertian JUB Ketika Peranan Bank Makin Berkembang
Dengan makin berkembangnya peranan bank dalam perekonomian, maka pengertian uang
beredar sebagai hanya uang kartal sudah makin ditinggalkan. Hal ini dikarenakan semakin
banyak masyarakat umum yang menyimpan uang tunainya di bank dalam bentuk rekening
koran dan giro ( uang giral/ demand deposits ) demi keselamatan atau kemudahan
transaksi. Karena masyarakat dengan mudah sewaktu waktu mengambil kembali rekening
koran dan giro nya untuk dibelanjakan, maka seharusnya rekening koran dan giro mempunyai
status yang sama dengan currency sebagai uang beredar

 

 

4.2       Penciptaan Uang

Penciptaan uang adalah proses memproduksi atau menghasilkan uang baru. Terdapat tiga cara untuk menciptakan uang; pertama dengan cara mencetak mata uang kertas atau uang logam, kedua melalui pengadaan utang dan pinjaman, serta ketiga melalui beragam kebijakan pemerintah, misalnya seperti pelonggaran kuantitatif. Berbagai praktik dan regulasi untuk mengatur produksi, pengeluaran, dan penarikanan uang, adalah perhatian utama dalam ilmu ekonomi moneter (misalnya tentang persediaan uang, mazhab monetarisme), dan mempengaruhi berjalannya pasar keuangan dan daya beli uang.

Bank sentral bertanggung-jawab mengukur jumlah uang beredar, yang menunjukkan banyaknya uang yang ada pada suatu waktu tertentu. Jumlah uang baru yang tidak diketahui penciptaannya dapat ditunjukkan dengan cara membandingkan pengukuran-pengukuran tersebut pada waktu-waktu yang berbeda.

Perusakan atas mata uang dapat terjadi apabila uang logam dileburkan untuk mendapatkan kembali kandungan logam mulianya. Tindakan ini memperoleh insentif bila ternyata nilai logam yang didapat melebihi nilai nominal uang logam, atau ketika pencetaknya menarik kembali jaminan atas keamanannya.

4.3       Uang Beredar Dalam Arti Sempit dan Luas

 

Uang yang beredar dalam masyarakat dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu uang kartal (sering pula disebut sebagai common money) dan uang giral. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib digunakan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual-beli sehari-hari. Sedangkan yang dimaksud dengan uang giral adalah uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan (deposito) yang dapat ditarik sesuai kebutuhan. Uang ini hanya beredar di kalangan tertentu saja, sehingga masyarakat mempunyai hak untuk menolak jika ia tidak mau barang atau jasa yang diberikannya dibayar dengan uang ini. Untuk menarik uang giral, orang menggunakan cek.

JUB dalam Pengertian Sempit dan Luas
– Dalam Arti Sempit ( Norraw Money) M1 = Kartal + Demand Deposit
M1 = C + D
Jumlah Uang Beredar merupakan seluruh uang kartal ( uang tunai ) yang dipegang anggota masyarakat
dan uang giral ( demand deposits) yang dimiliki oleh perseorangan pada bank bank umum. Uang giral
dalam pengertian ini hanya uang giral yang yang dapat dipergunakan untuk transaksi secara langsung
oleh pemiliknya, sehingga uang giral yang disimpan dalam lemari besi bank dan bank sentral atau milik
bank yang ada di bank lain tidak termasuk sebagai uang giral dalam pengertian sempit ini
– Dalam Arti Luas ( Broad Money)
M2 = M1
+ Time Deposit+Saving Deposit
M2 = Kartal + Deman Deposi t + Time Deposit+Saving Deposit
Dalam pengertian luas ini uang beredar selain uang kartal dan giro yang dipegang masyarakat,
juga termasuk deposito berjangka dan tabungan masyarakat ( uang kuasi ), karena tabungan
dan deposito berjangka ini dapat diubah menjadi uang tunai sama dengan uang kartal, bahkan
pada perekonomian yang makin maju banyak transaksi yang dilakukan melalui bank
– Dalam Arti Paling Luas M3 = M2 + Semua Deposito Pada Lembaga
Keuangan Lain non Bank
M3 = Kartal + Deman Deposit + Time Deposit+Saving Deposit + Deposito
Pada Lembaga Keuangan Lain
Dalam Pengertian paling luas ini Jumlah Uang Beredar juga termasuk uang yang di simpan di
lembaga keuangan lain bukan bank ( bukan bank umum dan bank tabungan ) asal memenuhi
syarat sebagi uang yaitu harganya tetap dan dapat diterima masyarakat secara umum ( misalkan
multifinance, asuransi, pegadaian dll)

 

 

 

 

Daftar pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Uang#Jenis

Edaran buku trisakti Fakultas Ekonomi

wordpress.com

blogspot.com



April 16, 2010

Komunikasi Bisnis

Filed under: Uncategorized — idham1104 @ 1:08 pm

Nama : Idham Putra Ramadhan

Kelas   : 2DD04

NPM   : 30208607

GAYA HIDUP DAN PENAMPILAN DALAM BERKOMUNIKASI

Gaya hidup

Sikap serta gaya hidup bahagia seseorang banyak sekali menentukan apa yang dapat diraih dalam kehidupan ini, sehingga berbagai disiplin ilmu tentang manusia dan perilaku pada hakekatnya adalah untuk mengubah pandangannya terhadap diri sendiri.
Gaya hidup bahagia ternyata juga sangat menunjang sukses berkomunikasi karena setiap orang hanya mempunyai kesediaan untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang bahagia, bukan sebaliknya.

Mengatur Waktu
Bagi orang-orang sibuk tidak pernah merasa cukup waktu padahal semua waktu tersedia, dan keluhan mengenai kurangnya waktu sebenarnya mustahil. Waktu adalah komoditi yang lentur dan terus menerus, masalahnya adalah bukan bagaimana mendapatkan ”Waktu Lebih” tetapi bagaimana memanfaatkan waktu yang ada dengan lebih berarti dan lebih memuaskan.
Idealnya semua aktivitas yang kita lakukan akan mencapai tujuan jika dilakukan dengan cara yang efektif dan juga sederhana untuk mengatur skala prioritas. Semakin banyak aktivitas yang membantu dalam melangkah mencapai tujuan, semakin berbobot aktivitas tersebut semakin tinggi skala prioritasnya.

Faktor-Faktor Keberhasilan yang Menunjang Karier
Bila seseorang ingin meniti karier menuju jenjang karier yang lebih tinggi, dapat juga belajar dari pengalaman orang lain yang positif, walaupun tidak harus sama, namun tetap dapat dijadikan pegangan. Untuk itu dapat dikemukakan faktor penentu keberhasilan sebagai berikut :
A. Job description sebagai pegangan
Seseorang harus selalu bekerja keras atas dasar job description yang sesuai dengan fungsinya.
B. Memiliki keterampilan dasar (basic skill) yang prima
Perlu diyakini bahwa pengetahuan dasar (basic skill) itu penting untuk dikuasai dan dipelihara terus. Keterampilan tersebut menuntut ketepatan, kecepatan, kerapian dan ketelitian.
C. An iron will in the velvet voice
Di dalam pemakaian bahasa lisan harus diyakini bahwa “suara” mempunyai pengaruh yang besar. Nada yang ramah dan bersahabat menimbulkan kesan bahwa kita bersedia membantu lawan bicara.
D. Agenda kerja
Buku agenda untuk mencatat dan mengingat-ingat acara maupun tugas yang harus dilakukan oleh atasan kita.
E. Kekompakan sebagai team, dengan atasan dan rekan-rekan
Perlu dimengerti bahwa atasan, mungkin tinggi jabatannya, makin berat tanggung jawabnya dan makin banyak keputusan yang harus dibuatnya. Demikian pula loyalitas dengan rekan-rekan membantu untuk menggalang persatuan.

Penampilan Serasi
Dapat dimaklumi bersama bahwa untuk berkomunikasi secara baik, banyak factor yang mempegaruhi keberhasilan tersebut, selain kemampuan merumuskan ide atau gagasan, situasi, pihak-pihak terkait, juga penampilan kita.
Penampilan merupakan suatu keseluruhan yang nampak, baik itu postur tubuh, busana, accessories, make up. Untuk itu sediakan waktu untuk merawat diri kita, tubuh terawatt, rambut bersih dan rapi, tata rias yang wajar, gaya busana yang tepat, koordinasi warna yang serasi dan sebagainya.
Berbusana yang baik sangat menunjang penampilan dan penampilan yang serasi memperlancar komunikasi. Busana yang baik tidak ditentukan oleh mutu, gaya potongan yang tepat, warna yang serasi, pelengkap busana yang terawat baik, rapi, praktis, nyaman.

Lambang – lambang Dalam keserasian
Perilaku orang berkomunikasi tidak hanya mengoperasionalkan bibir dan suara tetapi mengoperasionalkan seluruh kepribadian orang tersebut secara total.
Semakin pandai berkomunikasi semakin lengkap menngoperasionalkan lambang-lambang yang dapat diciptakan dari gerakan anggota badan, perasaan dan warna-warna, antara lain :
A. Lambang gerakan tubuh dan gerakan anggota badan
Bila kita perhatikan seseorang yang sedang berbicara nampak pula menggerakan jari-jari tangan, bahkan bola matanya, baik itu secara bersama-sama meupun secara bergantian. Hal ini merupakan informasi dalam bentuk lambang.
B. Lambang gambar dan huruf serta angka-angka
Bila kita sedang berada di jalan umum banyak kita jumpai rambu-rambu lalu lintas yang ditampilkan dalam gambar-gambar pompa bensin, tanda panah, huruf bahkan angka-angka untuk memberi petunjuk pemakaian jalan bagi pengemudi.
C. Lambang benda-benda tertentu
Seseorang yang menyampaikan rasa simpati dengan mengirimkan setangkai bunag mawar atau dalam mengucapkan berduka cita kita kirimkan karangan bunga.
D. Lambang warna
Didalam kehidupan sehari-hari, suasana komunikasi dapat juga disampaikan lewat warna-warna. Secara garis besar pada umumnya warna-warna hitam untuk mengkomunikasikan suasana sedih (kematian), warna putih untuk suasan suci (damai bahagia), warna merah untuk mengkomunikasikan keberanian (sukses, kemenangan), kuning mas artinya agung luhur.Warna tidak dapat berdiri sendiri, suatu warna yang tampil senantiasa dipengaruhi oleh warna-warna disekitarnya, bahkan dipengaruhi lingkungan dan cuaca.

UNSUR –UNSUR KOMUNIKASI

Menurut Harold D. Laswell (ilmu Politik)Kontribusi lasswell pada ilmu komunikasi banyak ditemukan dalam bukunya propaganda and communication in World History, yang memuat formulasi yang kelak banyak digunakan dalam riset komunikasi massa:
• who adalah komunikator
• syas what adalah pesan
• in with cahnnel adalah saluran
• to whom adalah komunikan
• whit the efect adalah efek
Menurut Laswell dilihat dari sudut pandang paradigma 3 yaitu:
• Komunikator

Komunikator adalah oarng yang mempunyai motif komunikasi dan komunikator mempunyai 3 unsur yaitu manusia, yang mempaikan pesan,dan untuk mewujudkan motif komunikanya. komunikator terdiri dari Satu orang, Banyak orang dalam pengertian lebih dari satu orang Apabila lebih dari satu orang yakni banyak orang- dimana mereka relatif saling kenal sehingga terdapat ikatan emosional yang kuat dalam kelompoknya,maka kumpulan banyak orang ini kita sebut kelompok kecil (saling kenal) . Atau banyak orang – realtif tidak saling kenal secara pribadi dan karenanya ikatan emosionalnya kurang kuat, maka kita sebut sebagai kelompok besar atau publik (tidak saling kenal). Dalam organisasi komunikator adalah timnya. dan komunikator terdiri dari Massa yang mempunyai dua pengertian yaitu yang pertama massa yang dianut ilmu jiwa sosial dan yang kedua banyak orang yang tersebar dalam area geografis relatif namun memilki minat perhatian yang sama.
• Pesan

Pesan adalah segala hasil penggunaan akal budi manusia yang di sampaikan untuk mewujudkan motif komunikasinya. pesan itu bersifat abstrak. lambang – lambang komunikasi disebut juga bentuk pesan, yakni wujud konkret dari pesan, berfungsi mewujudkan pesan yang abstrak menjadi konkret. lambang-lambang komunikasi ada dua jenis umum dan khusus, yang umum adalah mimik,gerak gerik lazim digolongkan dalam pesan nonverbal,sedangkan bahasa lisan dan bahasa tulisan dikelompokkan dalam pesan verbal sedangkan khusus yaitu nada, gambar, dan warna. makna pesan terbagi dua yaitu, konotatif makna yang terikat dengan konotasi, dan denotatif makna sebagai mana adanya. semakin akrab dengan seseorang semakin verbal atau konotatif dan sebaliknya semakin jauh dengan seseorang maka semakin banyak nonverbal yang dipakai atau denotatif. says what atau pesan yaitu gradasi Intensitas penyampaian pesan disebut pemberitahuan => fakta, penerangan => fakta,penjelasan atas fakta yang penjelasan informasi atau di sampaikan, persuasi => fakta, disampaikan , bujukan. Komunikator yang baik, komunikator yang bisa mengontrol orang lain.
• Saluran
Saluran adalah jalan yang dilalui pesan komunikator oleh sampai kekomunikannya. Terdapat dua jalan agar pesan komunikator sampai kekomunikannya, yaitu tanpa media atau dengan media. Media yang dimaksud adalah media komunikasi, media adalah bentuk jamak dari medium. Medium komunikasi yaitu alat perantara yang sengaja dipilih komunikator untuk menghantarkan pesannya agar sampai kekomunikan. Saluran komunikasi terbagi menjadi dua yaitu: Tatap Muka yang Menyampaikan isi pertanyaan yang berkaitan dengan kepentingannya (aktivitas komunikasi) berupa pertemuan tatap muka, forum, Diskusi panel, Rapat, Ceramah sedangkan dengan Media Terdiri dari media massa yaitu periodik (terbit atau berharap) seperti elektronik dan cetak sedangkan non media massa yaitu Manusia seperti kurir atau massanger dan benda yaitu elektronik dan non elektronik .
• Komunikan
Komunikan manusia ia berakal budi kepada siapa pesan komunikator ditunjukan. komunikator disebut juga penerima.
• Efek
Efek adalah efek komunikasi yaitu sebagai pengaruh yang ditimbulkan pesan komunikator dalam diri komunikannya. Terdapat tiga tataran pengaruh dalam diri komunikan yaitu:
• kognitif (seseorang menjadi tahu tentang sesuatu)
• afektif (sikap seseorang terbentuk, misalnya setuju atau tidak setuju terhadap sesuatu)
• konatif (tingkah laku, yang membuat seseorang bertindak melakukan sesuatu).

Komunikasi dalam Pertemuan dan Rapat

1. Pertemuan
Pertemuan merupakan forum yang sangat diperlukan untuk menghinpun bahan – bahan. Pertemuan – pertemuan dalam dunia usaha dapat dilakukan antara pimpinan dengan para stafnya, tetapi juga dapat dilakukan diantara staf sendiri untuk meyusun usulan atau pertemuan pleno yang dikuti oleh semua unsur yang ada. Namun pertemuan – pertemuan yang diselenggarakan tidak dimaksudkan untuk membuat keputusan melainkanhanya untuk menghimpun pendapat. Komunikasi dala pertemuan tersebut dapat dilaksanakan dengan menghimpun laporan , saran dan juga pendapat.
2. Rapat
Rapat juga merupakan pertemuan yang memilki kewenangan untuk membuat keputusan. Untuk menyelenggrakan rapat perlu diperhatikan sebagai hal – hal berikut:
• Undangan Rapat
• Pengaraturan Ruang Rapat
• Perlengkapan Rapat
Untuk membuat rapat undangan hendaknya tidak terlalu banyak uraian melainkan singkat dan jelas untuk meyebutkan hari, tanggal, waktu dan tempat rapat. Pengaturan tempat duduk pada dasarnya ditentukan oleh jumlah peserta rapat dan luas ruangan rapat. Pada bagian terpenting adalah pengambilan keputusan yang dilaksanakan secara musyawarah untuk mufakat., bila cara ini tidak dicapai tetntunya akan ditempuh dengan cara pengambilan suara terbanyak.
3. Komunikasi dalam Pertemuan dan Rapat
Di dalam pertemuan dan rapat biasanya peserta harus menyadari posisinya dalam forum tersebut. Tiap peserta hendaknya:
• Mampu berkomunikasi secara jujur
• Mampu berperan sebagai komunikator yang berpartisipasi aktif
• Mampu berperan sebagai komunikan yang sangat responsif
• Mampu berperan sebagai penyelaras yang sangat bijaksana
• Mampu mengendalikan diri
4. Teknik Berbicara, Membaca, dan Mendengarkan
Berbicara merupakan bagian terpenting dari komunikasi yang dipandang paling efektif. Disamping itu keberhasilan orang berbicara sangat dipengaruhi oleh luasnya pengetahuan yang dimilki, banyaknya pengalaman yang dimiliki dan intelegensinya. Karena berbicara sebagai alat untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya, akan dapat lancar bila tidak ada gangguan teknis seperti gugup, grogi dan sebagainya.
Selain teknik berbicara, perlu juga diperhatikan teknik membaca. Membaca pada dasarnya adalah menyampaikan pikiran dan perasaan orang yang tulisannya sedang dibaca. Untuk itu diperlukan kemampuan lebih baik lagi daripada kemampuan berbicara, karena dibutuhkan kemampuan menangkap dan memahami isi si penulis dan sekaligus memahami kemampuan yang mendengarkannya.
Demikian halnya dengan mendengarkan, nampaknya lebih mudah namun sesungguhnya mendengarkan harus didukung olek sikap ingin tahu, sabar dan mampu mencernakan isi suara yang didengar. Untuk dapat mendengarkan dengan baik diperlukan konsentrasi dan kepekaan indera pendengaran kita. Kemampuan berkomunikasi yang paling rendah efektifitasnya adalah mendengarkan. Mendengarkan juga memerlukan objektifitasnya, maksudnya anda akan berempati ketika mendengarkan tanpa terbawa emosi.
5. Menyusun Pesan
Manakala kegiatan bisnis sudah menjadi persoalan global aktifitas yang hanya mengandalkan sepak tejang individu menjadi tidak efesien lagi. Gerakan bisnis abad ini merupakan gerakan massal, yang melibatkan banyak orang, banyak alat, dan banyak bangsa. Oleh karena itu peranan organisasi dalam bisnis sangat menentukan. Komunikasi merupakan kekuatan utama dalam membentuk organisasi. Ada tiga unsur pokok organisasi, salah satunya adalah komunikasi, yang lain adalah tuhuan orgnisasi seta kemauan. Peranan komunikasi dalam menciptakan dan memelihara otoritas yang obyektif di dalam organisasi adalah:
• Seharusnya ada saluran komunikasi formal setiap anggota organisasi
• Jalur komunikasi seharusnya langsung dan sependek mungkin
• Garis komunikasi formal secara keseluruhan
• Orang – orang bekerja sebagai pusat pengatur komunikasi
• Setiap komunikasi harus dipisahkan
Informasi adalah sah dalam proses komunikasi apapun, karena informasi itulah yang menentukan tujuan yang hendak dicapai. Beberapa informasi yang menimbulkan reaksi – reaksi terhadap komunikan adalah:
• Membuat kesalahan
• Menunda atu menumpuk pekerjaan
• Penyaringan
• Hanya menangkap garis besarnya saja
• Menghindari informasi
Sementara itu bahwa, komuniaksi adalah sumber hidup perusahaan dan sarana untuk mencapai serta mewujudkan sesuatu yang dikehendaki. Komunikasi cenderung lebih merupakan suatu teknik daripada suatu sikap. Oleh karena itu, waktu yang dimiliki seorang manajer hampir selalu tersita untuk hal – hal berikut ini:
• Menyampaikan informasi atau gagasan kepada atasan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan
• Memberika arahan ke manajer dengan berbagai informasi untuk membantu kelancaran mereka
• Menyampaikann beberapa informasi kepada stafnya
• Mengatur dan menetapkan strategi
• Menerima dan mengartikan penampilan – penampilan untuk semua orang yang bekerja baginya

KOMUNIKASI DALAM BISNIS

1. Pentingnya Komunikasi
Masalah komunikasi ini adalah sangat penting bagi kebutuhan manusia, rasanya tidak mungkin hidup tidak berkomunikasi. Demikian juga dalam komunikasi bisnis, adapun bentuk organisasi itu adalah social, bisnis, profit dan non profit. Sebagai mana telah kita ketahui, bahwa organisasi adalah kumpulan orang yang mempunyai tujuan tertentu yang harus mereka capai, melalui kegiatan seperti tertera dalam fungsi manajemen. Hubungan seperti ini dapat dilakukan secara horizontal dan vertical. Adapun jalur komunikasi, yaitu secara internal adalah komunikasi didalam organisasi sedangkan dalam eksternal adalah diperlukan untuk komunikasi untuk orang di luar organisasi. Tampaknya keahlian komunikasi ini merupakan hal yang fundamental dalam pengembangan kerir seseorang pada suatu organisasi. Tanpa komunikasi sukarnya kehidupan ini berjalan, dari uraian di atas betapa penting komunikasi.

2. Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan berita atau informasi dari seseorang ke orng lain. Suatub komunikasi yang tepat tidak bakal terjadi kalau tidak penyamapian berita tadi menyampaikan secara patut dan penerima betita menerimanya tidak dalam bentuk distrosi. Definisi komunikasi menyatakan bahwa komunikasi badalah kegiatan menggunakan symbol-simbol dalam rangaka menyampaikan sesuatu tentang suatu objek. Persepsi pada hakekatnya adalah proses pengalaman dan pengetahuan yang dialami oleh setiap orang di dalam memahami informasi tentang lingkungannya baik lewat penglihatan, pendengaran, penghayayatan, perasaan dan sebagainya. Antara penglihatan dengan persepsi dapat timbul salah paham karena apa yang di lihat, di tafsirkan secara lisan. Menurut herbet komunikasi adalah proses menstansfer pengetahuan atau makna untuk tujuan tertentu.

3. Penerapan Komunikasi Dalam Dunia Bisnis
Suatu perusahaan akan merealisasikan tujuannya jika setiap petugas bekerja secara efisien dan bekerja sama antar petugas yang satu dengan yang lainnya. Salah satu factor yang memungkinkan terjadinya disebutkan akhir-akhir ini adalah adanya hubungan yang baik antara bawahan dan atasan. Cara itu dalam badan usaha adalah dengan pertemuan, berbicara, mengirim surat dan lain-lain. Komunikasi kebawah di wujudkan oleh pimpinan dengan jalan pemberian hadiah atau pemberian petunjuk.
Masing – masing komunikasi kebawah berutujuan :
1. Menjamin hunbungan yang baik antara atasan dan bawahan
2. Mengkoordinasi kegiatan – kegiatan bawahan
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang komunikasi, proses ini meliputi unsur di bawah ini
1. Komunikator
2. Pesan
3. Chanel
4. Komunikan
5. Efek
Adapun komunikasi yang cocok trgantung dari :
1. Keadaan komunikasi atau orang yang menerima pesan
2. Dari dasar pendidikan
3. Dari sudut perbedaan latar belakang
4. Dari sudut perbedaan kedudukan
5. Dari jarak yang mimisahkan

4. komunikasi Dalam Organisasi
ada 3 arah komunikasi dalam organisasi itu ;
1. komunikasi vertical dari atas ke bawah
2. komunikasi vertical dari atas ke bawah
3. komunikasi horisonrtal

Fungsi komunikasi dalam organisasi ini adalah :
1. fungsi integrative
2. fungsi interaktif

Komunikasi Dalam Bisnis
Komunikasi dengan langganan :
Bila konsumen berhasil satu kali tertarik membeli produk tertentu ini belum dikatakan sukses. Dengan adanya sikap dimana seseorang selalu ingin berbelanja ke toko tertentu saja atau dia hanya ingin belanja barang X saja, tidak mau diganti dengan barang lain. Itu terjadi karena adanya komunikasi dengan pelanggan secara baik, seperti service nya memuaskan.
Komunikasi Dengan Lembaga Pemerintah
Orang yang banyak bergerak di biadang bisnis harus mematuhi peratiran-peraturan yang di buat pemerintah bai k pemerintah pusat maupun profinsi. Kemudian perusahaan harus menjaga baik komunikasi dengan pemerintah dengan cara mengisi pormulir yang harus diisi dan melaksanakan kewajibannya.
Komunikasi Dengan Masyarakat
Misalnya melaksanakan hari-hari besar seperti idul fitri, dan hari hari besar lainnya.

6. Komunikasi Dalam Administrasi
Bentuk komunikasi dengan menyampaikan dan mempergunakan bahasa administrasi.
4 macam persyaratan yang harus ada :
1. Singkat
2. Jelas
3. Tepat
4. Lengkap
Pada dasarnya komunikasi administrasi ini adalah komunikasi tertulis dan banyak dilaksanakan dalam organisasi.
Bahan –banan komunikasi dapat berupa :
1. Pemberitahuan
2. Pernyataan
3. Permintaan
4. Permohonan
5. Laporan dan lain-lain

7. Teknik komunikasi Bisnis
1. Mencetak Buletin
2. Membuat film documenter
3. Publicyti
4. Promosi
Teknik-teknik yang dipilih adalah
1. teknik asosiasi
penyajian pesan komunikasi dengan cara menumpangkannya pada suatu objek atau peristiwa yang seadang menarik perhatian
2. teknik integrasi
kemampuan komunikator untuk menyatukan diri secara komunikatif dan komunikan.
3. Teknik ganjaran
Kegiatan untuk mempengaruhi orang alin dengan cara mengiming-ngiming hal yang menguntungkan atau menjadikan harapan.
4. Teknik taatan
Yaitu penyusunan pesan komunikasi
5. Teknik Red- helling
Seni seorang komunikaror untuk meraih kemenangan

8. Iklan Sebagai Media komunikasi Bisnis
Factor- factor marketing MIX yang harus di kuasai adalah
1. Perencanaan produksi
2. Penentuan Merk
3. Penentuan bentuk kemasan
4. Kebijaksanaan harga
5. Penyusunan salauran penjualan
Unsur –Unsur dari iklan :
a. Informasi dan persuasi
b. Informasi dikontrro
c. Teridentifikasinya ionformasi
d. Media komunikasi massa
Unsur komunikasi yang penting dalam pemasaran mempunyai beberapa bentuk kegiatan, yaitu :
1. Personal selling
2. Sales Promotion
3. Publisitas dan kehumasan
4. Iklan
Iklan harus memenuhi ke empat hal berikut :
1. Komunikasi tidak langsung
2. Melalui media komuniksi tidak nyata
3. Dibyar berdasarkan tariff tertentu umum
4. Diketahui secara jelas sponsor dan pemasangan iklan
Melibatkan minimal 4 pihak, yaitu ;
1. Unsur pengusaha dan produsen
2. Perusahaan periklanan
3. Unsur kelompok konsumen
4. Unsur media
5. Unsur pemerintah
Unsur –unsur dari iklan menurut boviee
1. To inform
2. Nonpersonal
3. Media massa
4. Persuasive
5. Sponsor
6. Tujuan

Iklan untuk bisnis :

1. Iklan bisnis industry
2. Iklan bisnis dagang

DAFTAR pustaka
Seri diklat kuliah Universitas Gunadarma
elearning.gunadarma.ac.id/…/komunikasi_bisnis/bab6-komunikasi_dalam_bisnis
http://www.docstoc.com

Maret 3, 2010

Komunikasi Bisnis

Filed under: Uncategorized — idham1104 @ 5:57 am
  1. A. LATAR BELAKANG PENYELENGGARAAN KOMUNIKASI DENGAN PASAR

Dengan timbulnya situasi “Economic of Relative Plenty”  , dewasa ini setiap pengusaha harus berusaha untuk dapat menutup jurang yang terbentang antara produsen dengan mayarakat konsumen selaku calon pembeli atau pemakai barang atau jasa yang dihasilkannya.

Penyelenggaraan komunikasi dengan pasar,merupakan suatu syarat mutlak bagi setiap produsen yang menghasilkan produk secara besar – besaran yang ditujukan kepada konsumen yang tidak dikenalnya. Penyelenggaraan komunikasi dengan pasar jga berarti suatu syarat mutlak bagi setiap pengusaha yang ingin menjamin kelangsungan hidup perusahaannya dan terus maju berkembang.

Dalam lingkungan bisnis,ada aneka sarana komunikasi bisnis perdagangan yang dapat dipergunakan para pengusaha untuk berkomunikasi dengan masyarakat konsumen. Sarana- sarana komunikasi perdagangan yang tersedia antara lain adalah dalam wujud pengiriman surat , pengiriman kawat, percakapan telepon, kunjungan pribadi dan lain-lain.

  1. B. KONSEP DASAR DAN PERANAN KOMUNIKASI

Komunikasi merupakan kegiatan manusia untuk berhubungan satu dengan yang lain secara  otomatis. Sehingga sering terlupakan bahwa keterampilan berkomunikasi adalah merupakan hasil belajar dari manusia.

Komunikasi pada umumnya diartikan sebagai hubungan atau kegiatan- kegiatan yang kaitannya dengan msalah hubungan atau diartikan pula sebagai saling tukar menukar pendapat. Komunikasi dapat diartikan juga hubungan kontak antara manusia baik individu maupun kelompok.

Dalam garis besarnya dapat disimpulkan bahwa komunikasi  adalah penyampaian informasi dan pengertian dari seseorang kepada orang lain. Komunikasi akan dapat berhasil apabila sekiranya timbul saling pengertian,yaitu jika kedua belah pihak si pengirim dan si penerima informasi dapat memahaminya. Hal ini tidak berarti bahwa kedua belah pihak harus menyetujui sesuatu gagasan tersebut, tetapi yang penting adalah kedua belah pihak sama-sama memahami gagasan tersebut. Dalam keadaan seperti inilah baru didapatkan bahwa komunikasi telah berhasil baik.

Jadi ,komunikasi adalah pernyataan manusia , sedangkan pernyataan tersebut dapat dilkakukan dengan kata-kta tertulis atau lisan disamping itu dapat dilakukan juga dengan isyarat-isyarat  atau simbol-simbol.

Pada dasarnya konsep dasar komunikasi meliputi:

  1. Proses Komunikasi

Proses Komunikasi berjalan antara orang atau orang atau dengan kelompok. Dalam komunikasi antar personal ini, akan menyebabkan terjadinya proses encoding dan decoding. Encoding artinya menjabarkan atau menggantikan ide ke dalam bentuk bahasa, sedangkan Decoding adlah sebaliknya menjabarkan bahasa ke dalm bentuk ide.

Pada proses encoding dan transmission sangat memegang peranan penting motivasi, di sini dimaksudkan motivasi dari pihak-pihak yang berkomunikasi. Hal-hal ini seperti perilaku pribadi, kebutuhan dan persepsi adalah sumber kontribusi terhadap motivasi.

Komunikasi yang bersifat verbal ini bukannya berarti kata-kata saja tetapi lebih dari itu perlu dilihat nada suaranya, cra penyampaian, marah, senyum, gembira, dan sebagainya yang mengiring kata-kata itu.

Dan pesan yang berbentuk non vebal, seperti tulisan perlu dilihat bentuk surat, cara menulis, reaksinya dan sebagainya. Mengenai mode atau medium yang digunakan perlu dilihat mengapa seseorang menggunakan medium tersebut, misalnya mengapa tertulis, mengpa secara lisan dn sebagainya. Dan proses terakhir adalah decoding, yaitu penerimaan pesan oleh penerima. Apakah dalam hal ini terjadi distorsi (penyimpangan pengaruh dari luar) atau tidak, sehingga mncapai proses komunikasi yng efektif.   

  1. Elemen-elemen komunikasi

Murphy menyatakan elemen komunikasi adalah ;

  1. Sender-white, speaker, encoder ( pengirim, penulis, pembicara, pembuat  pesan)
  2. Message (pesan)
  3. Medium-letter,memo,report,speech,chart,etc(mediasurat,memo,laporan,materi pembicaraan,peta dan lain-lain)
  4. Receive-reader, listener, perceiver,decoder (penerima,pembicara,pendengar,pengamat)
  1. Motivasi untuk komunikasi

Orang mencoba mencari informasi dan berkomunikasi karena didorong oleh motivasi untuk :

  1. Mengurangi ketidakpastian

Seringkali kita merasa kurang paham, kurang pengetahuan tentang segala sesuatu. Oleh sebab itu mendorong kita untuk mencari informasi dan berkomunikasi dengan orang lain atau dengan apa yang dapat memberi informasi tentang apa yang kita butuhkan. Misalnya kita ingin tahu suatu barang maka sebgai konsumen kita akan bertanya kepada penjual.

  1. Memecahkan masalah

Karena kurang informasi dan komunikasi maka selalu timbul keraguan sehingga tidak dpat mengambil keputusan dalam mememcahkan masalah, missal barang yang mana yang akan dibeli karena banyak yang serupa.

  1. Meningkatkan keyakinan

Komunikasi sangat diperlukan untuk meningkatkan keyakinan, apa yang sudah kita ketahui. Para calon konsumen sudah banyak mengetahui tntang kosmetik misalnya. Konsumen ini masih mencari informasi guna memastikan keyakinannya.

  1. Kontrol situasi

Berhubung adanya situasi baru bagi calon konsumen terhadap barang mode baru, nampakny bisa membingungkan maka mereka memerlukan komunikasi dengan penjual yang dapat member informasi.

  1. Balikan ( feedback )

Kebutuhan akan komunikasi dirasakan sebagai balikan dari apa yang dirasakan suadah berjalan lancar. Dengan adanya balikan maka komunikasi yang berjalan selama ini dpat diperbaiki seandainya ada hal yang kurang baik.

  1. C. Tujuan Komunikasi

Yang menjadi tujuan dari setiap proses komunikasi adalah :

  1. Menciptakan pengertian yang sama atas setiap pesan dn lambang yang disampaikan, dengan maksud apa yang kita sampaikan itu dapat dimengerti oleh komunikan sebaik-baiknya sehingga mereka dapat mengrti.
  2. Merangsang pemikiran pihak penerima untuk memikirkan pesan dan rangsang yng ia terima, supaya gagasan tersebut dapat diterima orang lain dengan pendekatan persuasive, bukan memaksakan kehendak.
  3. Melakukan suatu tindakan yang selaras sebagaimana diharpkan dengan adanya penyampaian pesan tersebut yaitu melakukan atau tidk melakukan sesuatu.
  4. Memahami orang lain, sebagai komunikator harus mengerti benar aspirasi masyarakat tentang apa yang diinginkan, jangan mereka menginginkan kemauannya.

Untuk mencapai hasil komunikasi yang diharapkan dan untuk menghindarkan hal-hal yang mudah menghambatnya, maka perlu diketahui prinsip-prinsip komunikasi adalah :

  1. Prinsip ” hilang dalam perjalanan” ( principle of line loss )

Prinsip ini mengatakan bahwa efektifitas suatu komunikasi condong berubah menurut jaraknya. Artinya makin banyak campur tangan dan mkin jauh jarak komunikator dan komunikan maka makin besar kemungkinannya bahwa maksud dan pesan komunikan itu diputar balikkan ditunda atau dihilangkan.

  1. Prinsip “ himbauan emosional “ ( principle of emotional appeal )

Himbauan emosi ( appeal of emotion ) lebih cepat dikomunikasikan daripada himbauan pada akal pikiran ( appeal of reason ). Maksudnya ialah komunikan mengerti makna pesn perlu dicri ( gantungan emosi ). Gagasan atau idea akan lebih didengar dan dimengerti orang.

  1. Prinsip Aplikasi ( principle of application )

Makin banyak suatu cara komunikasi dipraktekkan, maka makin banyak dimengerti dan dikenangannya. Manusia bersifat lupa sehingga oleh karenanya agar pesan atau informasi terikat dalam ingatan orang (selalu diingat), perlu diulang-ulang. Pengulangan dapat menimbulkan daya kenang pada komunikan dan mengurangi kemungkinan perubahan maknanya.

  1. D. KOMPONEN –KOMPONEN KOMNIKASI

Bertitik tolak dari pada pengertian komunikasi maka kita dapat mengetahui bahwa variable meliputi :

  1. Komunikator / Communication yaitu subyek yang menerima pesan / informasi atau berita.
  1. Komunikan / Communicate yaitu subyek yang menerima / dituju berita yang dikirimkan
  1. Pesan / berita / warta (message)
  1. Respon / response yaitu tanggapan
  1. Media / tool / technology yaitu alat yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan.

Sudah barang tentu harapan kita adlah komunikasi yang kita laksanakan merupakan komunikasi yang efisien dan baik. Komunikasi yang baik pada umumnya mempunyai ciri :

  1. Pesan yang disampaikan jelas
  1. Penerimaan warta dala situasi tepat
  1. Cara yang digunakan efisien
  1. E. KOMUNIKASI TATAP MUKA

Tujuan dari komunikasi tatap muka antara lain :

  1. Mengerti akan pentingnya komunikasi tatap muka dalam memecahkan masalah
  1. Mengerti kapan komunikasi tatap muka lebih tepat digunakan dalam menyelesaikan masalah
  1. Mengerti komponen-komponen pokok agar komunikasi tatap muka menjadi baik
  1. Mempelajari teknik-teknik pokok agar komunikasi tatap muka menjadi baik
  1. Dapat mengembangkan keterampilan dalam meningkatkan komunikasi tatap muka.

Komunikasi tatap muka ini sangat penting dalam berkomunikasi di bisnis walaupun menulis memo pada pegawai mungkin lebih teliti, hal ini tidak berarti banyak dalam rapat kebutuhan pegawai. Bagian ini akan dimulai dengan mendiskusikan keuntungan dan kerugian dari komunikasi tatap muka, akhirnya secara spesifik di dalam situasi komunikasi tatap muka akan sering mengeluarkan pendapat-pendapat.

Keuntungan tatap muka adalah untuk meningkatkan pemahaman terhadap arti yang tersimpn. Sering terjadi kesulitan berkomunikasi dengan merasakan dan menilai maupn menulis atau tertulis,sedangkan kerugiannya adalah memerlukan waktu yang lama.

  1. A. KOMUNIKASI MENURUT CARA PENYAMPAIAN

Pada dasarnya setiap orang dapat berkomunikasi satu sama lainnya karena manusia selain      makhluk individu juga sekaligus makhluk sosial yang memiliki kebutuhan untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Namun tidak semua orang dapat secara terampil, oleh karena itu perlu dikenali berbagai cara penyampaian informasi.

Menurut cara penyampaian informasi dapat dibedakan menjadi :

  1. Komunikasi Lisan
  • Yang terjadi langsung dan tidak dibatasi oleh jarak,dimana dua belah pihak dapat bertatap muka,misalnya dialog dua orang,wawancara maupun rapat.
  • Yang terjadi tidak langsung karena dibatasi oleh jarak, misalnya komunikasi lewat telepon
  1. Komunikasi tertulis
  • Yang dilaksanakan dalam bentuk surat dan dipergunakan untuk menyampaikan berita yang sifatnya singkat, jelas tetapi dipandang perlu ditulis dengan maksud-maksud tertentu
  • Gambar dan foto, karenatidak dapat dilukiskan dengan kata2 atau kalimat
  • Spanduk, dipergunakan untuk menyampaikan informasi kepada bnayak orang
  1. B. KOMUNIKASI MENURUT PERILAKU

Menurut perilaku, komunikasi dapat dibedakan menjadi :

  1. Komunikasi formal

Komunikasi yang terjadi antaraanggota organisasi/perusahaan yang tata caranya telah diatur dalam struktur organisasinya, misalnya rapat kerja perusahaan, konferensi, seminar dan sebagainya

  1. Komunikasi informal

Komunikasi yang terjadi di dalam suatu organisasi atau perusahaan yang tidak ditentukan dalam struktur organisasi dan tidak mendapat pengakuan resmi yang mungkin tidak berpengaruh terhadap kepentingan perusahaan, misal desas-desus.

  1. Komunikasi nonformal

Konunikasi yang terjadi antara komunikasi formal dan informal,yaitu komunikasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi atau perusahaan dengan kegiatan yang bersifat pribadi anggota organisasi atau perusahaan tersebut,misal rapat tentang ulang tahun perusahaan

  1. C. KOMUNIKASI MENURUT MAKSUD KOMUNIKASI

Bila diperhatikan dengan saksama, maka dapat diketahui bahwa komunikasi dapat terlaksana bila dapat inisiatif dari komunikator maka maksud terlaksananya komunikasi lebih ditentukan oleh komunikator tersebut. Menurut maksud dilakukan komunikasi dapat dibedakan sebagai berikut :

  1. Berpidato
  2. Memeberi ceramah
  3. Memberi prasarana
  4. Wawancara
  5. Memberi perintah atau tugas

Dengan demikian jelas bahwa inisiatif komunikator menjadi faktor penentu,demikian pula kemampuan komunikator tersebutlah yang memegang peranan keberhasilan proses komunikasinya.

  1. D. KOMUNIKASI MENURUT RUANG LINGKUP

Dalam komunikasi ruang lingkup dapat dibedakan sebagai berikut :

  1. Komunikasi internal

Komunikasi yang berlangsung dalam ruang lingkup atau lingkungan organisasi atau perusahaan yang terjadi diantara anggota organisasi atau perusahaan saja

  1. Komunikasi eksternal

Komunikasi yang berlangsung antara organisasi atau perusahaan dengan pihak masyarakat yang ada di luar organisasi atau perusahaan tersebut

  1. E. KOMUNIKASI MENURUT ALIRAN INFORMASI

Komunikasi menurut aliran informasi dapat dibedakan sebagai berikut :

  1. Komunikasi satu arah ( simplex )

Komunikasi yang berlangsung satu pihak saja ( one way communication ). Pada umumnya komunikasi ini terjadi dalam keadaan mendesak atau darurat,misal untuk menjaga kerahasiaan

  1. Komunikasi dua arah ( two ways communication )

Dalam hal ini komunikasi diberi kesempatan untuk memberikan respon atau feedback kepada komunikatornya.

  1. Komunikasi ke atas

Komunikasi yang terjadi dari bawahan kepada atasan

  1. Komunikasi ke bawah

Komunikasi yang terjadi dari atasan kepada bawahan

  1. Komunikasi ke samping

Komunikasi yang terjadi diantara orang yang memiliki kedudukan sejajar

  1. F. KOMUNIKASI MENURUT JARINGAN KERJA

Di dalam sebuah organisasi atau perusahaan komunikasi akan terlaksana menurut sistem yan diterapkannya dalam jaringan kerja

Komunikasi jaringan kerja ini dibedakan menjadi :

  1. Komunikasi jaringan rantai

Komunikasi terjadi menurut jaringan hirarchi organisasi dengan jaringan komando sehingga mengikuti pola komunikasi formal.

  1. Komunikasi jaringan lingkaran

Komunikasi terjadi melalui saluran komunikasi yang berbentuk seperti lingkaran. Merupakan kebalikan dari komunikasi jaringan rantai

  1. Komunikasi jaringan bintang

Komunikasi terjadi melalui satu sentral dan saluran yang dilalui lebih pendek.

G. KOMUNIKASI MENURUT PERANAN INDIVIDU

Ada beberapa macam yang mempengaruhi proses komunikasi :

  1. Komunikasi individu dengan individu lain

Komunikasi ini terlaksana baik secara nonformal maupun informal, yang jelas individu yang bertindak sebagai komunikator harus mempengaruhi perilaku individu yang lain

  1. Komunikasi antara individu dengan lingkungan yang lebih luas

Komunikasi ini terjadi karena individu yang dimaksud memiliki kemampuan yang tinngi untuk mengadakan hubungan dengan lingkungan yang lebih luas.

  1. Komunikasi antara individu dengan dua kelompok atau lebih

Dalam komunikasi ini individu berperan sebagai perantara antara dua kelompok atau lebih, sehingga dituntut kemampuan yang prima untuk menjadi penyelaras yang harmoniss

H. KOMUNIKASI MENURUT JUMLAH YANG BERKOMUNIKASI

Jumlah yang berkomunikasi akan mempengaruhi proses komunikasi itu sendiri, disamping sifat dan tujuan komunikasi itu dilaksanakan. Untuk itu dapat dibedakan sebagai berikut :

  1. Komunikasi perseorangan

Komunikasi yang terjadi secara individual antara pribadi dengan pribadi dengan pribadi tentan permasalahan yang bersifat pribadi juga. Dalam komunikasi ini dapat dilaksanakan secara langsung maupun lewat telepon namun tetap terjadi secara perseorangan.

  1. Komunikasi kelompok

Komunikasi yang berlangsung dalam suatu kelompok tentang masalah-masalah yang menyangkut kepentingan banyak orang dalam kelompok

REFERENSI : GOOGLE.COM, OPENPDF.COM

Desember 29, 2009

Filed under: Uncategorized — idham1104 @ 7:35 am

TUGAS

EKONOMI PEMBANGUNAN

“MASALAH LINGKUNGAN”

WILAYAH KOTA BEKASI

Di Susun Oleh                                   : Idham Putra Ramadhan

NPM                                                      : 30208607

Kelas                                                     : 2DD-04

LAPORAN INI DIBUAT UNTUK MEMENUHI TUGAS BIDANG STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN

UNIVERSITAS GUNADARMA

Jl.KH.Noer Ali Kalimalang Bekasi

TANDA PERSETUJUAN PELAPORAN MAKALAH

Nama                                                          : Idham putra ramadhan

NPM                                                           : 30208607

Bidang studi                                             : Pengantar Ekonomi Pembangunan

Judul                                                           : Masalah lingkungan di wilayah kota Bekasi.

Bekasi,29 Desember 2009

Menyetujui

Dosen pembimbing

TANDA PENGESAHAN LAPORAN PENELITIAN

Nama                                                          : Idham Putra Ramadhan

NPM                                                            : 30208607

Bidang Studi                                             : Pengantar Ekonomi Pembangunan

Judul                                                           : Masalah Lingkungan di wilayah Kota Bekasi

TELAH DI SETUJUI DAN DI TERIMA UNTUK MEMENUHI TUGAS PENELITIAN BIDANG STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN.

Bekasi,29 Desember 2009

Menyetujui

Dosen Pembimbing

PERNYATAAN SURAT KEASLIAN

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama                                                          : Idham putra ramadhan

NPM                                                           : 30208607

Jurusan                                                      : Managemen keuangan

Bidang Studi                                             : Pengantar Ekonomi Pembangunan

Menyatakan bahwa laporan pendidikan ini adalah murni hasil karya sendiri,apabila saya mengutip karya orang lain maka saya akan mencantumkan darimana saya mendapatkan data-data tersebut.Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Bekasi,29 Desember 2009

Menyetujui

Idham Putra Ramadhan

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis mengucapkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karuniaNya yang telah dilimpahkan sejak penulis mencari ide,menyusun,mengajukan,hingga dapat menyelesaikan penulisan laporan penelitian ini.

Dalam pembuatan laporan penelitian ini ,penulis mengambil tema mengenai Masalah Lingkungan di wilayah Kota Bekasi.Penulis menyadari bahwa penyusunan laporan penelitian  ini masih terdapat kekurangan-kekurangan baik dalam penganalisaan,penguraian maupun dalam penyajiannya.

Laporan ini tidak akan terwujud tanpa dukungan dari beberapa pengarahan,bimbingan,dan kerjasama semua pihak yang telah turut membantu dalam proses penyelesaian laporan ini.Untuk itu penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

1.Allah SWT atas segala rahmat dan karunia serta hidayahNya sehingga penulis diberikan kemudahan dalam menyelesaikan laporan makalah Ini,

2.Ibunda dan ayah atas segala kasih sayang dan doa yang diberikan serta semangat yang sangat membantu penulis untuk menyelesaikan laporan ini.

3.Bapak Nurhadi,Selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk memberikan pengarahan,bimbingan serta masukan selama proses penulisan laporan ini.

4.Dan semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan laporan ini dan tidak bias di sebutkan satu persatu.

Penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi Mahasiswa Gunadrama khususnya maupun masyarakat pada umumnya.Saran dan kritik sangat diharapkan untuk perbaikan tugas laporan yang akan datang.

Bekasi,29 Desember 2009

Penulis

Idham Putra Ramadhan

DAFTAR ISI

JUDUL i

TANDA PERSETUJUAN                                                                                                                                                   ii

TANDA PENGESAHAN                                                                                                                                                    iii

TANDA KEASLIAN                                                                                                                                                            iv

KATA PENGANTAR                                                                                                                                                          v

DAFTAR ISI                                                                                                                                                                          vi

BAB I      PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian                                                                                                        1

1.2 Perumusan Masalah                                                                                                                                  1

1.3 Maksud dan Tujuan                                                                                                                                   2

1.4 Manfaat Penelitian                                                                                                                                    2

1.5 Metode Penulisan                                                                                                                                      3

1.6 Sistematika Penulisan                                                                                                                               3

BAB II   LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian lingkungan                                                                                                                              4

2.2 Faktor-faktor penyebab terjadinya permasalahan lingkungan                                                                5

BAB III  ANALISA MASALAH DAN PEMBAHASANNYA                                                                                      8

BAB IV  PENUTUP

4.1 Kesimpulan                                                                                                                                                   13

4.2 Saran                                                                                                                                                                13

4.3 Kritik                                                                                                                                                                 14

DAFTAR PUSTAKA                                                                                                                                                           15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1LATAR BELAKANG PENELITIAN

Masalah lingkungan yang dihadapi dewasa ini pada dasarnya adalah masalah ekologi manusia. Masalah itu timbul karena perubahan lingkungan yang menyebabkan lingkungan itu kurang sesuai lagi untuk mendukung kehidupan manusia. Jika hal ini tidak segera diatasi pada akhirnya berdampak kepada terganggunya kesejahteraan manusia.

Kerusakan lingkungan yang terjadi dikarenakan eksplorasi sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan manusia tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan. Kerusakan lingkungan ini telah mengganggu proses alam, sehingga banyak fungsi ekologi alam terganggu.

Masalah lingkungan tidak berdiri sendiri, tetapi  selalu saling terkait erat. Keterkaitan antara masalah satu dengan yang lain disebabkan karena sebuah faktor merupakan sebab berbagai masalah, sebuah faktor mempunyai pengaruh yang berbeda dan interaksi antar berbagai masalah dan dampak yang ditimbulkan bersifat kumulatif (Soedradjad, 1999). Masalah lingkungan yang saling terkait erat antara lain adalah populasi manusia yang berlebih, polusi, penurunan jumlah sumberdaya, perubahan lingkungan global dan perang.

Makalah ini berusaha menguraikan masalah pengelolaan lingkungan hidup di wilayah kota Bekasi serta kemungkinan alternatif solusinya.

1.2 PERUMUSAN MASALAH

Berdasarkan atas latar belakang di atas ,maka masalah lingkungan harus segera di atasi.Karena menurut pengamatan yang saya lakukan,kerusakan lingkungan tiap harinya terus meningkat,perhatian pemerintah terhadap lingkungan mulai terlihat sejak terjadinya pemanasan yang terjadi secara global pada tahun 2009.Dari permasalahan lingkungan yang terjadi di Bekasi penulis mencoba untuk menngidentifikasi masalah sebagai berikut:

  • Berbagai penyebab yang mengakibatkan timbulnya kerusakan lingkungan
  • Bagaimana cara untuk mengatasi kerusakan lingkungan tersebut

1.3 TUJUAN PENELITIAN

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besarnya kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia khususnya wilayah Kota Bekasi,serta untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan dan untuk mengetahui bagaimana gambaran sikap pemerintah dalam mengatasi kerusakan lingkungan.Selain itu tujuan penelitian ini juga untuk melengkapi tugas Ekonomi Pembangunan yang juga sebagai tugas kolektif softskill program Diploma III Jurusan Managemen Keuangan.

1.4 MANFAAT PENELITIAN

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi :

1.Penulis

Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai kerusakan lingkungan.

2.Masyarakat

Masyarakat juga dapat mengetahui penyebab apa saja yang menyebabkan kerusakan lingkungan serta masyarakat dapat bertindak langsung dalam upaya perbaikan lingkungan.

3.Rekan-rekan Mahasiswa

Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai Masalah Lingkungan.Hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan dan dijadikan salah satu bahan masukan ataupun bahan pertimbangan dalam kegiatan penelitian selanjutnya.

`1.5 METODE PENELITIAN

Dalam melakukan penelitian ini,penulis memakai metode observasi dengan membaca,mencatat serta melihat keadaan secara langsung maupun tidak langsung dan dari berbagai informasi pemberitaan media elektronik.Selain itu penulis juga mendapatkan informasi ini melalui internet(jadi diharapkan maklum apabila diketemukan data atau keterangan yang sama ).

1.6 SISTEMATIKA PENULISAN

Untuk mengetahui gambaran yang lebih jelas mengenai penelitian ini maka,penulisan tugas ini dikelompokkan dalam 4 bab yang dimana tiap-tiap bab membahas mengenai materi sebagai berikut :

BAB 1              PENDAHULUAN

Pada bab ini berisikan mengenai latar belakang,perumusan masalah,tujuan penelitian,metode penelitian serta sistematika penulisan.

BAB 2              LANDASAN TEORI

Pada bab ini berisi mengenai pengertian lingkungan serta faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan.

BAB 3              ANALISA MASALAH DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini dibahas mengenai berbagai masalah dalam lingkungan serta pemecahan dalam mengatasinya kerusakan lingkungan.

BAB 4              PENUTUP

Penutup ini berisikan mengenai kesimpulan akhir serta saran dan kritik.

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 PENGERTIAN LINGKUNGAN

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.Pengertian lain dari Lingkungan adalah istilah yang dapat mencakup segala makhluk hidup dan tak hidup di alam yang ada di bumi atau bagian dari Bumi, yang berfungsi secara alami tanpa campur tangan manusia yang berlebihan.

Secara khusus, kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di bumi.Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1. Unsur Hayati (Biotik)

Unsur hayati (biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik. Jika kalian berada di kebun sekolah, maka lingkungan hayatinya didominasi oleh tumbuhan. Tetapi jika berada di dalam kelas, maka lingkungan hayati yang dominan adalah teman-teman atau sesama manusia.

2. Unsur Sosial Budaya

Unsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat.

3. Unsur Fisik (Abiotik)

Unsur fisik (abiotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain. Keberadaan lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi. Bayangkan, apa yang terjadi jika air tak ada lagi di muka bumi atau udara yang dipenuhi asap? Tentu saja kehidupan di muka bumi tidak akan berlangsung secara wajar. Akan terjadi bencana kekeringan, banyak hewan dan tumbuhan mati, perubahan musim yang tidak teratur, munculnya berbagai penyakit,dan lain-lain.

2.2 FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA KERUSAKAN LINGKUNGAN

Kondisi lingkungan kian hari hari menjadi sangat fenomenal di Indonesia,karena lingkungan ini sangat berpengaruh besar dalam pertumbuhan serta perkembangan Negara.Kerusakan lingkungan tidak hanya terjadi di Negara berkembang namun kerusakan lingkungan tersebut dapat terjadi di Negara-negara yang maju.Beberapa faktor penyebab terjadinya kerusakan lingkungan adalah:

1. Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam

Berbagai bentuk bencana alam yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia telah menimbulkan dampak rusaknya lingkungan hidup. Dahsyatnya gelombang tsunami yang memporak-porandakan bumi Serambi Mekah dan Nias, serta gempa 5 skala Ritcher yang meratakan kawasan DIY dan sekitarnya, merupakan contoh fenomena alam yang dalam sekejap mampu merubah bentuk muka bumi.Peristiwa alam lainnya yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:

a. Letusan gunung berapi

Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perut bumi yang menimbulkan tekanan kuat keluar melalui puncak gunung berapi.

Bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi antara

lain berupa:

1) Hujan abu vulkanik, menyebabkan gangguan pernafasan.

2) Lava panas, merusak, dan mematikan apa pun yang dilalui.

3) Awan panas, dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui.

4) Gas yang mengandung racun.

5) Material padat (batuan, kerikil, pasir), dapat menimpa perumahan, dan lain-lain.

b. Gempa bumi

Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan karena beberapa hal, di antaranya kegiatan magma (aktivitas gunung berapi), terjadinya tanah turun, maupun karena gerakan lempeng di dasar samudra. Manusia dapat mengukur berapa intensitas gempa, namun manusia sama sekali tidak dapat memprediksikan kapan terjadinya gempa.

Oleh karena itu, bahaya yang ditimbulkan oleh gempa lebih dahsyat dibandingkan dengan letusan gunung berapi. Pada saat gempa berlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai akibat langsung maupun tidak langsung, di antaranya:

1) Berbagai bangunan roboh.

2) Tanah di permukaan bumi merekah, jalan menjadi putus.

3) Tanah longsor akibat guncangan.

4) Terjadi banjir, akibat rusaknya tanggul.

5) Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami (gelombang pasang).

c. Angin topan

Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggi menuju ke kawasan bertekanan rendah.Perbedaan tekanan udara ini terjadi karena perbedaan suhu udara yang mencolok. Serangan angin topan bagi negara-negara di kawasan Samudra Pasifik dan Atlantik merupakan hal yang biasa terjadi. Bagi wilayah-wilayah di kawasan California, Texas, sampai di kawasan Asia seperti Korea dan Taiwan, bahaya angin topan merupakan bencana musiman. Tetapi bagi Indonesia baru dirasakan di pertengahan tahun 2007. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan iklim di Indonesia yang tak lain disebabkan oleh adanya gejala pemanasan global.Bahaya angin topan bisa diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkan keadaan atmosfer bumi, termasuk gambar terbentuknya angin topan, arah, dan kecepatannya. Serangan angin topan (puting beliung) dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup dalam bentuk:

1) Merobohkan bangunan.

2) Rusaknya areal pertanian dan perkebunan.

3) Membahayakan penerbangan.

4) Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal.

2. Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Manusia

Manusia sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi mampu merubah wajah dunia dari pola kehidupan sederhana sampai ke bentuk kehidupan modern seperti sekarang ini. Namun sayang, seringkali apa yang dilakukan manusia tidak diimbangi dengan pemikiran akan masa depan kehidupan generasi berikutnya. Banyak kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan lingkungan hidup.

Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:

a. Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri.

b. Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.

c. Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.

Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:

a. Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).

b. Perburuan liar.

c. Merusak hutan bakau.

d. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.

e. Pembuangan sampah di sembarang tempat.

f. Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).

g. Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.

BAB III

ANALISA MASALAH DAN PEMBAHASAN

Kerusakan lingkungan merupakan hal yang dapat menganggu kelangsungan kehidupan yang tidak hanya dialami oleh Negara yang berkembang akan tetapi pada Negara maju seperti Amerika Serikat,Inggris,dan Jepang.Ada 2 (dua) kondisi yang menyebabkan kerusakan lingkungan bias terjadi,yaitu kerusakan lingkungan secara alami dan kerusakan lingkungan akibat ulah tangan manusia.Kerusakan lingkungan akibat peristiwa alam disebabkan karena gunung meletus,gempa bumi,dan angin topan.Sedangkan kerusakan lingkungan karena ulah manusia terjadinya pencemaran baik udara,air,tanah dan suara sebagai dampak adanya limbah industri,selain itu terjadinya banjir karena buruknya system drainase atau saluran pembuangan air dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.Penimbunan rawa-rawa yang digunakan untuk pemukiman, pembuangan sampah disembarang tempat,pembangunan liar di daerah aliran sungai (DAS) dan pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan.

Masalah lingkungan sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.Misalkan saja apabila kita berada di pinggir jalan maka akan terlihat asap kendaraan dari mobil angkutan yang menyebabkan polusi atau pencemaran udara.Banyak yang mengeluh akan hal tersebut seperti gangguan pernafasan.Hal tersebut disebabkan karena penggunaan bahan bakar yang tidak ramah lingkungan,akan tetapi untuk menggunakan bahan bakar ramah lingkungan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan angkutan umum tersebut akan meningkat sehingga biaya angkutan umum pun akan semakin meningkat.Selain itu tindakan membuang sampah sembarang juga sering kita jumpai di mana-mana,karena kebanyakan masyarakat khususnya kota Bekasi belum banyak yang sadar akan  kesehatan lingkungan ,masih banyak yang membuang sampah nonorganic bukan pada tempat yang telah disediakan oleh pemerintah.Selain itu  sampah masyarakat berkendaraan juga menjadi hal yang menunjang dalam pencemaran lingkungan,kebanyakan mereka yang berkendaraan tidak sadar akan kesehatan di luar kendaraannya.

Lingkungan merupakan masalah dalam pembangunan yang ditandai dengan kesehatan masyarakat yang memburuk dan rendahnya kesadaran dalam berperilaku ramah lingkungan.Seiring berjalannya waktu pemerintahan Indonesia mulai untuk melakukan banyak kegiatan hijau untuk mengurangi pencemaran yang terjadi,misalkan saja digerakkanya penanaman kembali hutan-hutan yang gundul,dengan menanam seribu pohon.Perbaikan saluran pembuangan air,menyediakan tempat untuk pembuangan limbah industri.Selain itu Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan.Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan. Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de Jeniro tahun 1992. Di dalamnya terkandung 2 gagasan penting, yaitu:

a. Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup.

b. Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Berikut ini cara untuk menanggulangi kerusakan lingkungan dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan yaitu:

a. Pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring/perbukitan)

Terjadinya bencana tanah longsor dan banjir menunjukkan peristiwa yang berkaitan dengan masalah tanah. Banjir telah menyebabkan pengikisan lapisan tanah oleh aliran air yang disebut erosi yang berdampak pada hilangnya kesuburan tanah serta terkikisnya lapisan tanah dari permukaan bumi. Tanah longsor disebabkan karena tak ada lagi unsur yang menahan lapisan tanah pada tempatnya sehingga menimbulkan kerusakan. Jika hal tersebut dibiarkan terus berlangsung, maka bukan mustahil jika lingkungan berubah menjadi padang tandus. Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul. Untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terasering atau sengkedan, sehingga mampu menghambat laju aliran air hujan.

b. Pelestarian udara

Udara merupakan unsur vital bagi kehidupan, karena setiap organisme bernapas memerlukan udara. Kalian mengetahui bahwa dalam udara terkandung beranekaragam gas, salah satunya oksigen.

Udara yang kotor karena debu atau pun asap sisa pembakaran menyebabkan kadar oksigen berkurang. Keadaan ini sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup setiap organisme. Maka perlu diupayakan kiat-kiat untuk menjaga kesegaran udara lingkungan agar tetap bersih, segar, dan sehat. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain:

1) Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita

Tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis. Rusaknya hutan menyebabkan jutaan tanaman lenyap sehingga produksi oksigen bagi atmosfer jauh berkurang, di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan uap air, sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga.

2) Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran mesin Asap yang keluar dari knalpot kendaraan dan cerobong asap merupakan penyumbang terbesar kotornya udara di perkotaan dan kawasan industri. Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industry yang aman bagi lingkungan, serta pemasangan filter pada cerobong asap pabrik

3) Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer Gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetika, adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut. Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer yang berperan sebagai filter bagi bumi, karena mampu memantulkan kembali sinar ultraviolet ke luar angkasa yang dipancarkan oleh matahari. Sinar ultraviolet yang berlebihan akan merusakkan jaringan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu udara. Pemanasan global terjadi di antaranya karena makin menipisnya lapisan ozon di atmosfer.

c. Pelestarian hutan

Eksploitasi hutan yang terus menerus berlangsung sejak dahulu hingga kini tanpa diimbangi dengan penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak. Pembalakan liar yang dilakukan manusia merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. Padahal hutan merupakan penopang kelestarian kehidupan di bumi, sebab hutan bukan hanya menyediakan bahan pangan maupun bahan produksi, melainkan juga penghasil oksigen, penahan lapisan tanah, dan menyimpan cadangan air.

Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan:

1) Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul.

2) Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang.

3) Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.

4) Menerapkan sistem tebang–tanam dalam kegiatan penebangan hutan.

5) Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan.

d. Pelestarian laut dan pantai

Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang di laut, pengrusakan hutan bakau, merupakan kegatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut dan pantai. Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian pantai disebabkan telah hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang merupakan pelindung alami terhadap gempuran ombak.

Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara:

1) Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.

2) Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.

3) Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.

4) Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.

e. Pelestarian flora dan fauna

Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari system tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan.

Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah:

1) Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.

2) Melarang kegiatan perburuan liar.

3) Menggalakkan kegiatan penghijauan.

Kebijakan lingkungan merupakan kebijakan prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2004-2009 dan dijabarkan lebih rinci dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) setiap tahun serta digunakan sebagai acuan bagi kementrian,lembaga dan pemerintahan daerah dalam pelaksanaan pembangunan tahunan.Selain itu,rencana pembangunan jangka pendek yang diantaranya adalah dengan menyediakan saluran irigasi yang baik,ketersediaan air bersih,mengatasi pembuangan limbah industry dan sanitasi dasar terutama untuk daerah-daerah langka sumber air bersih.

BAB IV

PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Dari penelitian yang telah dilakukan penulis, maka dapat diambil kesimpulan bahwa masalah lingkungan dapat terjadi di Negara maju dan di Negara berkembang.Selain itu pemerintahan Indonesia dalam hal ini adalah pemerintah Kota Bekasi sedikit demi sedikit telah memoerbaiki keadaan ekonomi sekaligus keadaan lingkungan yang terjadi di Negara Indonesia umumnya dan Kota Bekasi Khususnya.Sehingga kerusakan lingkungan dapat teratasi dengan baik,akan tetapi upaya-upaya yang dilakukan pemerintah tidak akan berjalan dengan lancar tanpa bantuan dan kerjasama dengan masyarakat luas.Sehingga intensitas pembuangan sampah di bantaran sungai akan tertanggulangi sebelum terjadinya bencana yang akan menyebabkan kerugian bagi pemerintah dan bagi masyarakat setempat. Selain itu kesadaran tiap individu sangat diperlukan dalam mengendalikan dan mengupayakn lingkungan yang sehat dan terhindar dari bahaya yang akan mengancam kelestarian lingkungan, dengan membuang sampah organic dan nonorganic pada tempat yang telah disediakan, menggunakan bahan bakar yang berkualitas,dan melakukan penanaman pada halaman rumah masing-masing individu.Dan pemanfaatan sumber daya alam yang tidak berlebihan.

4.2 SARAN

Kebijakan pemerintah dalam mengatasi masalah kerusakan lingkungan harus menyetuh sampai akar permasalahannya.Untuk itu kebijakan strategis dan analisis dampak lingkungan yang di upayakan harus berjalan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya terjadi, dengan mengatur tata guna tanah(UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960), menanggulangi kasus pencemaran,mengawasi bahan berbahaya dan beracun (B3) dan kebijakan lainnya yang dapat membantu pelestarian lingkungan. Koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat merupakan pemecahan yang baik untuk dapat terciptanya lingkungan yang baik dan bersih, karena tanggung jawab terhadap lingkungan bukan hanya terletak pada punggung pemerintah tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.

4.3 KRITIK

Pendidikan secara dini terhadap kebersihan lingkungan perlu di canangkan pada generasi muda, karena dewasa ini kesadaran akan kebersihan lingkungan sangat memprihatinkan. Sarana dan prasarana kebersihan belum memadai jumlahnya dan banyak yang di curi dan di salahgunakan oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab. Karena kurangnya sarana dan prasarana kebersihan, tidak sedikit masyarakat yang menjadikan sungai atau bantaran kali sebagai tempat pembuangan sampah sehingga menyebabkan pencemaran air. Industri besar maupun kecil seharusnya menggunakan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) sehingga berdirinya industry tersebut tidak menimbulkan kerusakan pada lingkungan, dalam hal ini pencemaran tanah, air, udara, dan suara.

DAFTAR PUSTAKA

http://afand.cybermq.com/post/detail/2405/linkungan-hidup-kerusakan-lingkungan-pengertian-kerusakan-lingkungan-dan-pelestarian-

http://uripsantoso.wordpress.com/2008/05/01/permasalahan-dan-solusi-pengelolaan-lingkungan-hidup-di-propinsi-bengkulu/

http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&channel=s&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&q=lingkungan&btnG=Telusuri&meta=&aq=f&oq=

November 15, 2009

UKM makanan Kebab dan Crepes!

Filed under: Uncategorized — idham1104 @ 2:48 pm

Kata Pengantar

Waralaba atau Franchising (dari bahasa Prancis untuk kejujuran atau kebebasan) adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Penulis ingin mengekspos bagaimana memperkenalkan waralaba lebih rinci, penulis sudah melakukan beberapa survey dan pengembangan-pengembangan yang di lakukan secara sistematis.

Dalam hal ini, penulis ingin berbagi dan menjelaskan apa itu waralaba dan bagaimana wralaba itu berjalan dengan aspek-aspek yang ada di dalamnya, dan mengkhususkannya pada salah satu Franchise yang ada di Bekasi.

Sebelumnya, saya akan menyajikan tulisan ini tidah secara keseluruhan suatu kelembagaan Franchise, tetapi saya akan mengeksplor Franchisee, dalam hal ini mitra dari Frinchisor.

Semoga Tulisan ini dapat di jadikan tambahan referensi bagi pembaca, dan semoga bermanfaat untuk pengembangan bisnis pembaca. Selamat membaca.

PENDAHULUAN

Sebelum membahas perusahaan yang akan saya ekspos adakalanya saya menjelaskan dan menerangkan apa itu waralaba dan elemen-elemennya. Berikut penjelasannya.

Amir Karamoy (Konsultan Waralaba)
“Waralaba adalah suatu pola kemitraan usaha antara perusahaan yang memiliki merek dagang dikenal dan sistem manajemen, keuangan dan pemasaran yang telah mantap, disebut pewaralaba, dengan perusahaan/individu yang memanfaatkan atau menggunakan merek dan sistem milik pewaralaba, disebut terwaralaba. Pewaralaba wajib memberikan bantuan teknis, manajemen dan pemasaran kepada terwaralaba dan sebagai imbal baliknya, terwaralaba membayar sejumlah biaya (fees) kepada pewaralaba. Hubungan kemitraan usaha antara kedua pihak dikukuhkan dalam suatu perjanjian lisensi/waralaba.

Franchise atau Waralaba pada hakekatnya memiliki 3 elemen berikut: Merek, Sistem Bisnis, & Biaya (Fees)

Merek
Dalam setiap perjanjian Waralaba, sang Pewaralaba (Franchisor) – selaku pemilik dari Sistem Waralabanya memberikan lisensi kepada Terwaralaba (Franchisee) untuk dapat menggunakan Merek Dagang/Jasa dan logo yang dimiliki oleh Pewaralaba.

Sistem Bisnis
Keberhasilan dari suatu organisasi Waralaba tergantung dari penerapan Sistem/Metode Bisnis yang sama antara Pewaralaba dan Terwaralaba. Sistem bisnis tersebut berupa pedoman yang mencakup standarisasi produk, metode untuk mempersiapkan atau mengolah produk atau makanan, atau metode jasa, standar rupa dari fasilitas bisnis, standar periklanan, sistem reservasi, sistem akuntansi, kontrol persediaan, dan kebijakan dagang, dll.

Biaya (Fees)
Dalam setiap format bisnis Waralaba, sang Pewaralaba baik secara langsung atau tidak langsung menarik pembayaran dari Terwaralaba atas penggunaan merek dan atas partisipasi dalam sistem Waralaba yang dijalankan. Biaya biasanya terdiri atas Biaya Awal, Biaya Royalti, Biaya Jasa, Biaya Lisensi dan atau Biaya Pemasaran bersama. Biaya lainnya juga dapat berupa biaya atas jasa yang diberikan kepada Terwaralaba (mis: biaya manajemen)

Karakteristik lain dari Waralaba
Pihak-pihak yang terkait dalam Waralaba sifatnya berdiri sendiri. Terwaralaba berada dalam posisi independen terhadap Pewaralaba. Independen maksudnya adalah Terwaralaba berhak atas laba dari usaha yang dijalankannya, bertanggung jawab atas beban-beban usaha waralabanya sendiri (mis: pajak dan gaji pegawai).  Di luar itu, Terwaralaba terikat pada aturan dan perjanjian dengan Pewaralaba sesuai dengan kontrak yang disepakati bersama.

  1. A. Aspek Kelembagaan

Peraturan Menteri Perdagangan (no. 12/2006)
“Waralaba (Franchise) adalah perikatan antara Pemberi Waralaba dengan Penerima Waralaba dimana Penerima Waralaba diberikan hak untuk menjalankan usaha dengan memanfaatkan dan/atau menggunakan hak kekayaan intelektual atau penemuan atau okum khas usaha yang dimiliki Pemberi Waralaba  dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh Pemberi Waralaba dengan sejumlah kewajiban menyediakan dukungan konsultasi operasional yang berkesinambungan oleh Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba”

Crush Zone, merupakan nama sekaligus logo dari sebuah perusahaan franchise yang berdiri sejak tahun 2006. Pada saat pertama kali berdirinya perusahaan ini, perusahaan ini belum berbadan okum, dengan kata lain tidak langsung berbadan okum.

Perusahaan ini melakukan pengambangan produknya secara perlahan namun pasti, sehingga berkembang pesat dan menjadi berbadan okum dalam bentuk PT pada tahun 2007. Secara keseluruhan Perusahaan franchise ini memiliki ratusan karyawan yang tersebar di jawa dan Kalimantan. Dan dari ratusan karyawan tersebut bukan sepenuhnya di manage oleh 1 orang, melainkan terbagi-bagi sesuai wilayah dan pemilik (franchisor).

Di kota Bekasi perusahaan ini memiliki 4 mini counter yang tersebar di beberapa tempat strategis seperti kawasan pendidikan yang berada di Jl. KH. Agusalim Bekasi Timur, di setiap Mini Counternya, Crusrhzone memperkerjakan dua karyawan wanita. Selain mini counter, crushzone juga memiliki beberapa food court. Diantaranya food cour yang ada di Bekasi Cyber Park atau yang di singkat BCP oleh kalangan muda. Jika jumlah karyawan di setiap mini counternya ada dua orang, lain halnya di food court yang di sediakan Crush zone ini, karyawan yang  ada pada setiap food courtnya berjumlah antara sepuluh sampai belasan karyawan.

Untuk keempat mini counter yang berada di Bekasi di kelola oleh Bapak Puji, uniknya, latar belakang pendidikan Pak Puji ini jauh dari ruang lingkup Bisnis, Pak puji ini seorang jurnalis. Dan kejuruan yang di ambilnya semenjak kuliah adalah Hubungan internasional.

Di lihat dari aspek ini saja perusahaan ini sudah dapat menjajikan keuntungan yang lumayan besar, di lihat dari lokasi dan manajerialnya.

B. Aspek Usaha

Penggabungan promosi/joint promotion. Ini berkaitan dengan unsure pertama yaitu masalah sosialisasi brand name.Ini berlaku bagi franchise tertentu. Misalnya bagi franchise makanan dan minuman dimana franchisor juga merupakan suplier bahan makanan/minuman. Kadang-kadang franchisor juga memasok mesin-mesin atau peralatan yang diperlukan. Franchisor yang baik biasanya ikut membantu franchisee untuk mendapatkan sumber dana modal bagi investor ( fund supply ) seperti bank misalnya, meskipun itu jarang sekali.
Pada umumnya, franchisee perlu membayar initial fee yang sifatnya sekali bayar, atau kadang-kadang sekali untuk sekali periode tertentu,misalnya 5 tahun. Di atas itu, biasanya franchisee membayar royalty atau membayar sebagian dari hasil penjualan.
Variasi lainnya adalah franchisee perlu membeli bahan pokok atau peralatan ( capital goods).

Crush Zone yang merupakan perusahaan Franchise, memiliki usaha pokok yaitu menjual dan memproduksi makanan yang boleh di katakan cepat saji. Diantara makanan tersebut ada beberapa menu yang di tawarkan dan tergantung pada jenis counter, variatifnya menu yang di sediakan membuat franchise ini dapat di gemari oleh pelanggan-pelanggannya. Pada awalnya crush zone hanya memproduksi Crspy-zone (sejenis martabak), seiring berjalannya waktu dan banyak permintaan dari pelanggan, mereka menyediakan lebih banyak menu, diantaranya : kebab, Berger, spageti, dan yang terbaru mereka memproduksi ayam goring tepung. Pemasaran merekapun sampai ke luar pulau jawa antaranya, kalimantan. Dan tak kalah menarik dari produknya, penampilan counter, dan penampilan fisik karyawan sangat menarik dan seragam.

  1. B. Aspek Keuangan

Berikut adalah ilustrasi-ilustrasi perhitungan dan estimasi dengan paket-paket yang di perhitungkan.

Paket Mini Counter Type A
Peralatan Masak Gas
Produk : Kebab, Crepes, Burger
Investasi awal Rp 14,5 juta
BEP: 4 bulan

Ilustrasi perhitungan

Investasi awal (Rp) 15. 500.000
PENDAPATAN
Penjualan rata-rata per hari 450.000
Penjualan rata-rata per bulan (30 hari) 13.500.000
PENGELUARAN
Penggunaan Bahan Baku 55% 7.425.000
Gaji dan Komisi Pegawai 1 10% 1.350.000
Sewa Tempat 4% 540.000
Operasional 4% 540.000
Penyusutan Peralatan 2% 270.000
Royalty Fee
Jumlah 10.125.000
Nett Profit Per Bulan 25% 3.375.000
Return on Investment 4 bulan

Paket Mini Counter Type B
Peralatan Masak Elektrik
Produk : Kebab, Crepes, Burger
Investasi awal Rp 25,5 juta
BEP: 6 bulan

Ilustrasi perhitungan

Investasi awal (Rp) 25.500.000
PENDAPATAN
Penjualan rata-rata per hari 570.000
Penjualan rata-rata per bulan (30 hari) 17.100.000
PENGELUARAN
Penggunaan Bahan Baku 50% 8.550.000
Gaji dan Komisi Pegawai 2 12% 2.052.000
Sewa Tempat 6% 1.026.000
Operasional 5% 855.000
Penyusutan Peralatan 2% 270.000
Royalty Fee
Jumlah 12.753.000
Nett Profit Per Bulan 25% 4.347.000
Return on Investment 6 bulan

Paket Ruang Mini Bar
Peralatan Masak Gas
Produk : Kebab,Crepes,Burger,Fried Chicken,Kentang/Nasi, Minuman
Investasi awal Rp 25,5 juta
BEP: 4 bulan

Ilustrasi perhitungan

Investasi awal (Rp) 25.500.000
PENDAPATAN
Penjualan rata-rata per hari
770.000
Penjualan rata-rata per bulan (30 hari) 23.100.000
PENGELUARAN
Penggunaan Bahan Baku 50% 11.550.000
Gaji dan Komisi Pegawai 3 14% 3.234.000
Sewa Tempat 5% 1.155.000
Operasional 4% 924.000
Penyusutan Peralatan 2% 462.000
Royalty Fee
Jumlah 17.325.000
Nett Profit Per Bulan 25% 5.775.000
Return on Investment 4 bulan

Paket Food Court Tipe A
Peralatan Masak Gas
Produk : Kebab, Crepes, Burger, Fried Chicken Kentang, Nasi, Minuman
Investasi awal Rp 25,5 juta
BEP: 4 bulan

Ilustrasi perhitungan

Investasi awal (Rp) 25.500.000
PENDAPATAN
Penjualan rata-rata per hari
770.000
Penjualan rata-rata per bulan (30 hari) 23.100.000
PENGELUARAN
Penggunaan Bahan Baku 50% 11.550.000
Gaji dan Komisi Pegawai 3 14% 3.234.000
Sewa Tempat 5% 1.155.000
Operasional 4% 924.000
Penyusutan Peralatan 2% 462.000
Royalty Fee
Jumlah 17.325.000
Nett Profit Per Bulan 25% 5.775.000
Return on Investment 4 bulan

Lampiran

Pasal 3 ayat 1 PP No.16 tahun 1997 selanjutnya menentukan bahwa sebelum membuat perjanjian, pemberi waralaba secara tertulis dan benar, sekurang-kurangnya mengenai :
a. Nama Pihak pemberi waralaba,berikut keterangan mengenai kegiatan usahanya :
keterangan mengenai pemberi waralaba menyangkut identitasnya, antara lain nama dan atau alamat tempat usaha, nama dan alamat pemberi waralaba,pengalaman mengenai keberhasilan atau kegagalan selama menjalankan waralaba, keterangan mengenai penerima waralaba yang pernah dan masih melakukan perikatan, dan kondisi keuangan.
b. hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau cirri khas usaha yang menjadi objek waralaba;
c. persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi penerima waralaba;
persyaratan yang harus dipenuhi penerima waralaba antara lain mengenai cara pembayaran, ganti rugi, wilayah pemasaran, dan pengawasan mutu.
d. bantuan atau fasilitas yang ditawarkan pemberi waralaba kepada waralaba kepada penerima waralaba keterangan mengenai prospek kegiatan waralaba, meliputi juga dasar yang dipergunakan dalam pemberian keterangan tentang proyek yang di maksud.
e. hak dan kewajiban pemberi dan penerima waralaba bantuan atau fasilitas yang diberikan, antara lain berupa pelatihan, bantuan keuangan, bantuan pembukuan.
f. pengakhiran, pembatalan, dan perpanjangan perjanjian waralaba, serta hal-hal lain yang perlu di ketahui penerima waralaba dalam rangka pelaksanaan perjanjian waralaba.
Selanjutya pemberi waralaba oleh pemerintah ini diwajibkan memberikan waktu yang cukup kepada penerima waralaba untuk meneliti dan mempelajari informasi-informasi yang disampaikan tersebut secara lebih lanjut.

Kesimpulan

Berdasarkan hal-hal yang telah kami kemukakan di atas, maka ditarik kesimpulan bahwa hukum bisnis waralaba ( franchise ) sangat tergantung kepada kesesuaian bidang usaha bisnis franchise dan system serta mekanisme kerjasamanya dengan prinsip bisnis dan ketiadaan dari segala tantangan bisnis dalam berbisnis tersebut namun secara umum. Berbisnis melalui waralaba adalah suatu jalan yang baik untuk dicoba, karena metode ini selain membawa keuntungan bagi para pihak, juga tidak bertentangan dengan nilai nilai social budaya.

Penutup

Semoga apa yang telah saya jelaskan dan saya uraikan sebelumnya menjadi bahan pertimbangan anda untuk tambahan referensi agar memperkuat ilmu bisnis anda sekalian. Dan semoga anda tertarik dalam berbisnis khususnya dalam franchising. Karena bisnis ini sangant menjanjikan dengan resiko kecil jika kita menguasai ilmunya. Kurang dan lebihnya saya mohon maaf jika memang terjadi kesalahan kata-kata. Terima kasih .

November 8, 2009

Perubahan Struktur Dalam Proses Pembangunan

Filed under: Uncategorized — idham1104 @ 2:30 pm

PERUBAHAN BERBAGAI SEKTOR
Perkembangan masyarakat seringkali dianalogikan seperti halnya proses evolusi. suatu proses perubahan yang berlangsung sangat lambat. Pemikiran ini sangat dipengaruhi oleh hasil-hasil penemuan ilmu biologi, yang memang telah berkembang dengan pesatnya. Peletak dasar pemikiran perubahan sosial sebagai suatu bentuk “evolusi” antara lain Herbert Spencer dan Augus Comte. Keduanya memiliki pandangan tentang perubahan yang terjadi pada suatu masyarakat dalam bentuk perkembangan yang linear menuju ke arah yang positif. Perubahan sosial menurut pandangan mereka berjalan lambat namun menuju suatu bentuk “kesempurnaan” masyarakat.
Pemikiran Spencer sangat dipengaruhi oleh ahli biologi pencetus ide evolusi sebagai proses seleksi alam, Charles Darwin, dengan menunjukkan bahwa perubahan sosial juga adalah proses seleksi. Masyarakat berkembang dengan paradigma Darwinian: ada proses seleksi di dalam masyarakat kita atas individu-individunya. Spencer menganalogikan masyarakat sebagai layaknya perkembangan mahkluk hidup. Manusia dan masyarakat termasuk didalamnya kebudayaan mengalami perkembangan secara bertahap. Mula-mula berasal dari bentuk yang sederhana kemudian berkembang dalam bentuk yang lebih kompleks menuju tahap akhir yang sempurna.
Seperti halnya Spencer, pemikiran Comte sangat dipengaruhi oleh pemikiran ilmu alam. Pemikiran Comte yang dikenal dengan aliran positivisme, memandang bahwa masyarakat harus menjalani berbagai tahap evolusi yang pada masing-masing tahap tersebut dihubungkan dengan pola pemikiran tertentu. Selanjutnya Comte menjelaskan bahwa setiap kemunculan tahap baru akan diawali dengan pertentangan antara pemikiran tradisional dan pemikiran yang berdifat progresif. Sebagaimana Spencer yang menggunakan analogi perkembangan mahkluk hidup, Comte menyatakan bahwa dengan adanya pembagian kerja, masyarakat akan menjadi semakin kompleks, terdeferiansi dan terspesialisasi.
Berbeda dengan Spencer dan Comte yang menggunakan konsepsi optimisme, Oswald Spengler cenderung ke arah pesimisme. Menurut Spengler, kehidupan manusia pada dasarnya merupakan suatu rangkaian yang tidak pernah berakhir dengan pasang surut. seperti halnya kehidupan organisme yang mempunyai suatu siklus mulai dari kelahiran, masa anak-anak, dewasa, masa tua dan kematian. Perkembangan pada masyarakat merupakan siklus yang terus akan berulang dan tidak berarti kumulatif.
Teori-teori terus berkembang dengan pesatnya. Talcott Parsons melahirkan teori fungsional tentang perubahan. Seperti para pendahulunya, Parsons juga menganalogikan perubahan sosial pada masyarakat seperti halnya pertumbuhan pada mahkluk hidup. Komponen utama pemikiran Parsons adalah adanya proses diferensiasi. Parsons berasumsi bahwa setiap masyarakat tersusun dari sekumpulan subsistem yang berbeda berdasarkan strukturnya maupun berdasarkan makna fungsionalnya bagi masyarakat yang lebih luas. Ketika masyarakat berubah, umumnya masyarakat tersebut akan tumbuh dengan kemampuan yang lebih baik untuk menanggulangi permasalahan hidupnya. Dapat dikatakan Parsons termasuk dalam golongan yang memandang optimis sebuah proses perubahan.
Francesca Cancian memberikan sumbangan pemikiran bahwa sistem sosial merupakan sebuah model dengan persamaan tertentu. Analogi yang dikembangkan didasarkan pula oleh ilmu alam, sesuatu yang sama dengan para pendahulunya. Model ini mempunyai beberapa variabel yang membentuk sebuah fungsi. Penggunaan model sederhana ini tidak akan mampu memprediksi perubahan atau keseimbangan yang akan terjadi, kecuali kita dapat mengetahui sebagaian variabel pada masa depan. Dalam sebuah sistem yang deterministik, seperti yang disampaikan oleh Nagel, keadaan dari sebuah sistem pada suatu waktu tertentu merupakan fungsi dari keadaan tersebut beberapa waktu lampau.
PERUBANAN STRUKTUR PENGGUNAAN TENAGA KERJA
Ketimpangan strategi pembangunan antara desa dan kota menghasilkan kesenjangan antara kota dan desa. Dimana perkotaan mengalami pertumbuhan pembangunan sosial ekonomi yang cepat dan sebaliknya terjadi kemiskinan dan pemiskinan di pedesaan. Kesenjangan antara kota dan desa menjadi faktor penyebab terjadinya urbanisasi besar-besaran oleh masyarakat desa.

Urbanisasi ini dengan tujuan memperbaiki kehidupan ekonomi keluarga. Arus urbanisasi yang padat tanpa dibekali skill dan pendidikan yang cukup dari masyarakat desa yang melakukan migrasi, akhirnya terjadi perubahan dinamika di kota. Kota menjadi penuh sesak oleh masyarakat urban yang mencari perkerjaan. Mereka yang tidak dapat tertampung pada sektor formal akhirnya memilih eksis pada sektor informal. Tidak hanya kaum laki-laki yang melakukan urbansisi, namun jumlah kaum perempuan yang melakukan urbanisasi juga tidak sedikit. Hal ini dikarena kaum perempuan adalah subyek yang sangat dirugikan oleh sistem pertanian (revolusi hijau) di Indonesia. Dengan skill dan pendidikan yang rendah, tentunya kaum perempuan di pedesaan tidak bisa terlibat aktif dalam proses pertanian yang modern (menggunakan mesin-mesin canggih) dalam proses produksi. Hal ini karena kaum perempuan tidak diberi pendidikan khusus untuk mengoperasikan alat-alat pertanian yang modern.

Untuk terbebas dari kemiskinan dan proses pemiskinan semacam itu, sebagian orang yang memilih tetap tinggal di pedesaan mengembangkan pekerjaan baru di luar bidang pertanian, seperti pedagang kecil, penjahit, sopir dan kernet angkutan pedesaan, tukang ojek, dan lain-lain. Sebagian lainnya, melakukan migrasi ke kota-kota besar untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri. Kaum migran, baik yang mengisi sektor informal di perkotaan maupun yang menjadi TKI dan TKW, disamping kemudian mengalirkan nilai ekonomi di pedesaan, mereka juga meninggalkan persoalan berupa perubahan sosial yang tidak selalu berdimensi positif di desa asal mereka. Perubahan sosial, misalnya menyangkut perubahan struktur keluarga, pola pengasuhan anak, pola interaksi sosial dan gaya hidup.

PERUBAHAN STRUKTUR INDUSTRI MENURUT CHENERY
Menurut Chenery-Syrquin 2 faktor mama yang mendorong terjadinya perubahan tersebut adaalah peningkatan pendapatan per kapita dan jumlah penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kesesuaian teori ini dengan fenomena perubahan struktur ekonomi yang terjadi di Indonesia selama periode 1981-2004.

Melalui regresi dengan meuggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS) didapatkan kesimpulan bahwa teori Chenery-Syrquin tidak sesuai dengan fenomena perubahan struktur ekonomi Indonesia. Hanya pada struktur produksi Baja teori Chenery-Syrquin ini menunjukkan kesesuaian, sementara pada struktur permintaan domestik dan struktur perdagangan luar negeri teori Chenery-Syrquin tidak sesuai dengan fenomena yang terjadi di Indonesia selama periode 1981-2004.

PERUBAHAN STRUKTUR SEKTOR INDUSTRI DAN JASA
Pada bagian awal dari paper ini El-hadj Bah memaparkan penemuan dari penelitian-penelitian sebelumnya tentang transformasi struktural. Dalam hal ini El-hadj Bah mendasarkan penelitiannya pada penelitian Kuznets (1971). Kuznets menemukan bahwa proses transformasi struktural negara maju cenderung seragam antara satu negara dengan negara lain, dimana proses tersebut terdiri dari 2 tahap. Pertama, pada awalnya sumber-sumber daya ekonomi sebagian besar dialokasikan pada sektor pertanian, yang kemudian seiring dengan pertumbuhan ekonomi alokasi ekonomi bertransformasi ke sektor industri dan jasa. Kedua, alokasi sumber-sember daya ekonomi kembali bertransformasi dari sektor pertanian dan industri ke sektor jasa. Berarti dengan adanya kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB), hasil dari sektor pertanian akan menurun, hasil dari sektor industri pada awalnya akan naik tetapi kemudian turun, dan hasil dari sektor jasa akan selalu meningkat.
Negara-negara maju ini mengalami proses pertumbuhan yang panjang dalam perekonomiannya terutama terkait dengan pertumbuhan PDBnya. Menurut Duarte dan Restuccia (2008), sebagian besar negara-negara maju mengalami peningkatan PDB yang sangat signifikan karena mereka mengalami pergeseran alokasi sumber daya ekonomi dari yang tadinya mayoritas dialokasikan ke sektor pertanian menjadi teralokasi ke sektor jasa.

Perubahan Struktur di Negara Berkembang
Selanjutnya El-hadj Bah mencoba meneliti transformasi struktural yang terjadi di negara berkembang. Dalam hal ini El-hadj Bah ingin melihat apakah transformasi struktural di negara berkembang memiliki pola yang sama dengan di negara maju. Dalam analisa ini, El-hadj Bah memilih 38 negara berkembang yang terletak di Sub-Saharan Afrika, Asia Timur dan Tenggara serta Amerika Latin sebagai sampel.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan ternyata teori Kuznets tidak berlaku di negara berkembang. Penelitian dalam paper ini memberikan kesimpulan bahwa negara berkembang memiliki pola transformasi struktural yang berbeda dengan negara maju walaupun memang ada beberapa negara yang mengikuti pola negara maju. Perbedaannya terletak di dua dimensi, yaitu (1) slope atau efek transisi, dimana menunjukkan sifat hubungan antara perubahan dalam bagian output sektoral dengan perubahan log GDP per kapita; (2) efek level, dimana menunjukkan level bagian output sektoral pada GDP per kapita tertentu. Selain itu, kesimpulan yang dapat diambil berkaitan dengan pola transformasi struktural, terdapat heterogenitas yang besar akan pola transformasi struktural yang ada di negara berkembang. Pada intinya, penelitian dalam paper ini memperlihatkan perbedaan pola transformasi struktural pada negara berkembang, baik dengan negara maju maupun dengan sesama negara berkembang. Perbedaan transformasi struktural antara negara-negara berkembang itu kemudian penulis jabarkan dalam golongan-golongan berdasarkan perbedaan geografis menjadi negara-negara di Asia, Afrika dan Amerika Latin.

Oktober 18, 2009

SOAL-SOAL PENGANTAR EKONOMI PEMBANGUNAN

Filed under: Uncategorized — idham1104 @ 11:07 am

SOAL-SOAL PENGANTAR EKONOMI PEMBANGUNAN

NAMA            : IDHAM PUTRA RAMADHAN

KELAS            : 2DD04

NPM               : 30208607

BAB 1

  1. Prioritas masalah utama sebab timbul perhatian para perencana pembangunann adalah?
    1. keterbelakangan Negara itu sendiri.
    2. adalah perbedaan yang mencolok dalam tingkat pendapatan masyarakat di negara-negara maju dengan negara-negara miskin.
    3. Kemauan Negara SB untuk maju
    4. Iri terhadap Negara tetangga yang maju.
    5. Ada keinginan membantu Negara lain.
  2. pendapatan perkapita berhasil ditingkatkan, maka masyarakat berhasil pindah dari tahap lessdeveloped ke tahap developed.
    Berdasarkan asumsi ini, gambaran anak panah pembangunan yang benar adalah?

a. pendapatan perkapita-tabungan- investasi- produksi

b. Produksi – Pendapatan perkapita – Tabungan – Investasi

c. tabungan – investasi – produksi – pendapatan perkapita

d. investasi – tabungan – produksi- pendapatan perkapita

e. produksi – pendapatan perkapia – investasi -tabungan

  1. Rostow mengemukakan tahap-tahap pertumbuhan yang dilalui negara modern, hingga mencapai keadaan yang sekarang, yaitu, kecuali..?

a . Masyarakat Tradisional
b. Prakondisi tinggal landas
c. Tinggal landas (take off)
d. Masa menjelang kemunduran
e. Abad konsumsi massa yang tinggi

  1. modernisasi pada tingkat individual berkaitan dengan pembangunan pada tingkat masyarakat. Modernisasi merupakan proses perubahan individual dari gaya hidup tradisional ke suatu cara hidup yang lebih kompleks, secara teknologis lebih maju dan berubah cepat. Merupakan pendapat dari..?
    1. Pendapat Rogers dan Svenning
    2. Pendapat William dan Tony
    3. Pendapat Abraham
    4. Pendapat Will n Bill
    5. Pendapat Marshal
  1. Yang mencolok dirasakan adalah terciptanya keadaan ketergantungan negara-negara berkembang kepada negara maju, terutama dalam bidang..?
    1. social
    2. politik
    3. budaya
    4. hokum
    5. keamanan
  2. Indikator berhasil tidaknya pembangunan semata-mata dilihat dari meningkatnya…?
    1. GNB
    2. GNP
    3. Kas Negara
    4. Jumlah penduduk
    5. Jumlah lapangan kerja
  3. apa yang di maksud dengan (self-reliant development)?
    1. pembangunan keluaraga sendiri
    2. pembangunan rumah pribadi
    3. pembangunan gedung milik sendiri
    4. pembangunan mandiri
    5. pembangunan jalan raya pribadi
  1. apa yang dimaksud dengan (ecodevelopment)?
    1. pembangunan yang memperhatikan ketimpangan pendapatan menurut etnis.
    2. Pembangunan yang memperhatikan ketimpangan pendapatan menurut keturunan.
    3. Pembangunan yang memperhatikan ketimpangan pendapatan menurut jenis pekerjaan.
    4. Pembangunan menurut banyaknya usaha yang didirikan seseorang.
    5. Pembanguanan yang memperhatikan ketimpangan menurut jangkauan daerah.
  2. adalah sebuah negara dengan rata-rata pendapatan yang rendah, infrastruktur yang relatif terbelakang, dan indeks perkembangan manusia yang kurang dibandingkan dengan norma global!
    1. Negara miskin
    2. Negara terbelakang
    3. Negara berkembang.
    4. Negara maju
    5. Negara kurang maju
  3. tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicapai suatu negara diukur dengan perkembangan pendapatan nasional riil yang dicapai oleh suatu negara yaitu Produk Nasional Bruto (PNB) atau Produk Domestik Bruto. Merupakan analisis dari ekonomi?
    1. analisis ekonomi mikro
    2. analisis ekonomi campuran
    3. analisis ekonomi makro dan mikro
    4. analisis makro ekonomi
    5. analisis makro industri.

BAB 2

  1. pada sub bab pengantar ekonomi pembangunan ada berapa indicator pembangunan?
    1. 4                                              c. 2                  e. 7
    2. 5                                              d. 3
  2. Indikator Kesejahteraan Ekonomi Bersih (Net Economic Welfare) Diperkenalkan oleh?

a.William Nordhaus dan James Tobin    c. james tobin

b. Keynes                                                         d. William N

e. james Tobin dan Keynes

  1. menyempurnakan nilai-nilai GNP untuk memperoleh indikator ekonomi yg lebih baik, dgn dua cara , yaitu?
    1. koreksi plus dan min                 c. koreksi upper dan lower
    2. koreksi atas dan bawah            d. koreksi positif dan negative

e. koreksi cepat dan lambat

  1. pendapatan perkapita merupakan indicator dari pembangunan ?
    1. pembangunan moneter
    2. pembangunan non moneter
    3. pembangunan semi-moneter
    4. pembangunan campuran
    5. pembangunan ganda
  2. indicator social merupakan indikasi dari pembangunan?
    1. pembangunan moneter
    2. pembangunan non moneter
    3. pembangunan semi-moneter
    4. pembangunan campuran
    5. pembangunan ganda
  1. Indikator Sosial Oleh Backerman ; dibedakan menjadi berapa kelompok?
    1. 1
    2. 2
    3. 3
    4. 4
    5. 5
  2. Usaha membandingkan tingkat kesejahteraan masy. di dua negara dengan memperbaiki cara perhitungan pendapatan nasional, dipelopori oleh?
    1. William             c. Collin Clark dan Golbert dan Kravis.
    2. Keynes                         d. Collin C

e. Kravis

  1. Physical Quality of Life Index (PQLI), merupakan teori dari?
    1. William             c. Collin Clark dan Golbert dan Kravis.
    2. Keynes                         d. Morris D

e. Kravis

19.  Physical Quality of Life Index (PQLI) Indeks Kualitas Hidup (IKH) yaitu gabungan       tiga faktor :

  1. Tingkat Harapan Hidup,Angka Kematian,Tingkat Melek Huruf.
  2. Tingkat Harapan Hidup,tingkat pendidikan ,Tingkat Melek Huruf.
  3. Tingkat Harapan Hidup,Angka Kematian,Tingkat pertumbuhan lapangan kerja.
  4. Tingkat kesejahteraan,Angka Kematian,Tingkat Melek Huruf.
  5. Tingkat Harapan Hidup,Angka Kematian,Tingkat penggunaan teknologi

20.  Sejak thn 1990 UNDP mengembangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) (Human Development Index = HDI).

  1. Angka kematian,Tingkat melek huruf masyarakat dan,Tingkat pendapatan riil perkapita masyarakat
    berdasarkan daya beli masing-masing negara.
  2. Tingkat harapan hidup,Tingkat melek huruf masyarakat dan,Tingkat pendapatan riil perkapita masyarakat
    berdasarkan daya beli masing-masing negara.
  3. penganguran,Tingkat melek huruf masyarakat dan,Tingkat pendapatan riil perkapita masyarakat
    berdasarkan daya beli masing-masing negara.
  4. Konsumerisme masyarakat,Tingkat melek huruf masyarakat dan,Tingkat pendapatan riil perkapita masyarakat
    berdasarkan daya beli masing-masing negara.
  5. Tingkat kesederajadan,Tingkat melek huruf masyarakat dan,Tingkat pendapatan riil perkapita masyarakat
    berdasarkan daya beli masing-masing negara.

BAB 3

21.  Proses pertumbuhan dari pembangunan ekonomi berdasar dari isi empiris atau pengalaman histories tentang perkembangan ekonomi di suatu Negara. Merupakan pengertian dari?

  1. mashab analitis
  2. mashab teoritis
  3. mashab histories
  4. mashab legendaries
  5. mashab klasik

22.  menekankan pada teori yang bias mengungkapkan proses pertumbuhan secara logis dan konsisten, dan bersifat abstrak. Merupakan pengartian teori dari?

  1. mashab analitis
  2. mashab teoritis
  3. mashab histories
  4. mashab legendaries
  5. teori pertumbuhan  klasik

23.  teori ini muncul sekitar abad 18- awal 19 dimana system liberal mendominasi, karena adanya perkembangan teknologi dan perkembangan jumlah penduduk. Teori yang dimaksud adalah teori?

  1. mashab analitis
  2. mashab teoritis
  3. mashab histories
  4. mashab legendaries
  5. teori pertumbuhan  klasik

24.  Perkembangan ekonomi tergantung pada peranan…?

  1. pemerintah, swasta, dan lingkungan budaya masyarakat.
  2. Pemerintah, pribadi, Negara tetangga.
  3. Seluruh warga Negara.
  4. Dinas pemerintahan
  5. Instansi perbankan

25.  Faktor utama pertumbuhan ekonomi adalah proses inovasi oleh para?

  1. Pejabat pemerintahan
  2. Wirausahawan
  3. Pemegang saham
  4. Pemilik modal
  5. Kreditor

26.  dalam teori pertumbuhan neo-klasik, L tumbuh dengan laju pertumbuhan tertentu. L disini adalah?

  1. pemimpin usaha
  2. penduduk
  3. pengusaha
  4. manajer
  5. buruh

27.  a. perekonomian terdiri dua sector,rumah tangga,dan perusahaan.

b. besarnya tabungan masyarakat proporsional dengan pendapatan nasional.

c. barang-barang modal yang di produksi penuh oleh masyarakat.

merupakan asumsi dari?

    1. William             c. Collin Clark dan Golbert dan Kravis.
    2. Keynes                         d. Harod dan Domar

e. Kravis

28.  ketidakberdayaan (powerlessness), kerawanan atau kerentanan (vulnerability), kelemahan fisik (physical weakness), dan isolasi (isolation). Merupakan unsur penyebab dari…?

  1. kebodohan
  2. kriminalisme
  3. korupsi
  4. kemiskinan
  5. kolusi

29.  beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat dalam usaha pengentasan kemiskinan yaitu :                                                                                1) Investasi pelayanan masyarakat dalam bidang infrastruktur fisik dan sosial.
2) Kebijaksanaan pemerintah yang menguntungkan masyarakat kecil.
3) Teknologi yang disediakan untuk kaum miskin sesuai kemampuannya.
4) Kelembagaan yang efektif yang mampu menumbuhkan sinergisme bekerja . merupakan asumsi dari.?

    1. William             c. Collin Clark dan Golbert dan Kravis.
    2. Keynes                         d. Harod dan Domar

e. Usman dan Uphoff

30.  perkembangan ekonomi mengalami beberapa fase, antaralain..,kecuali.

  1. primitive
  2. millennium
  3. ternak
  4. bertani
  5. pengolahan manufaktur
Older Posts »

Blog di WordPress.com.