SEMUA TENTANG HIDUPKU

November 15, 2009

UKM makanan Kebab dan Crepes!

Filed under: Uncategorized — idham1104 @ 2:48 pm

Kata Pengantar

Waralaba atau Franchising (dari bahasa Prancis untuk kejujuran atau kebebasan) adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Penulis ingin mengekspos bagaimana memperkenalkan waralaba lebih rinci, penulis sudah melakukan beberapa survey dan pengembangan-pengembangan yang di lakukan secara sistematis.

Dalam hal ini, penulis ingin berbagi dan menjelaskan apa itu waralaba dan bagaimana wralaba itu berjalan dengan aspek-aspek yang ada di dalamnya, dan mengkhususkannya pada salah satu Franchise yang ada di Bekasi.

Sebelumnya, saya akan menyajikan tulisan ini tidah secara keseluruhan suatu kelembagaan Franchise, tetapi saya akan mengeksplor Franchisee, dalam hal ini mitra dari Frinchisor.

Semoga Tulisan ini dapat di jadikan tambahan referensi bagi pembaca, dan semoga bermanfaat untuk pengembangan bisnis pembaca. Selamat membaca.

PENDAHULUAN

Sebelum membahas perusahaan yang akan saya ekspos adakalanya saya menjelaskan dan menerangkan apa itu waralaba dan elemen-elemennya. Berikut penjelasannya.

Amir Karamoy (Konsultan Waralaba)
“Waralaba adalah suatu pola kemitraan usaha antara perusahaan yang memiliki merek dagang dikenal dan sistem manajemen, keuangan dan pemasaran yang telah mantap, disebut pewaralaba, dengan perusahaan/individu yang memanfaatkan atau menggunakan merek dan sistem milik pewaralaba, disebut terwaralaba. Pewaralaba wajib memberikan bantuan teknis, manajemen dan pemasaran kepada terwaralaba dan sebagai imbal baliknya, terwaralaba membayar sejumlah biaya (fees) kepada pewaralaba. Hubungan kemitraan usaha antara kedua pihak dikukuhkan dalam suatu perjanjian lisensi/waralaba.

Franchise atau Waralaba pada hakekatnya memiliki 3 elemen berikut: Merek, Sistem Bisnis, & Biaya (Fees)

Merek
Dalam setiap perjanjian Waralaba, sang Pewaralaba (Franchisor) – selaku pemilik dari Sistem Waralabanya memberikan lisensi kepada Terwaralaba (Franchisee) untuk dapat menggunakan Merek Dagang/Jasa dan logo yang dimiliki oleh Pewaralaba.

Sistem Bisnis
Keberhasilan dari suatu organisasi Waralaba tergantung dari penerapan Sistem/Metode Bisnis yang sama antara Pewaralaba dan Terwaralaba. Sistem bisnis tersebut berupa pedoman yang mencakup standarisasi produk, metode untuk mempersiapkan atau mengolah produk atau makanan, atau metode jasa, standar rupa dari fasilitas bisnis, standar periklanan, sistem reservasi, sistem akuntansi, kontrol persediaan, dan kebijakan dagang, dll.

Biaya (Fees)
Dalam setiap format bisnis Waralaba, sang Pewaralaba baik secara langsung atau tidak langsung menarik pembayaran dari Terwaralaba atas penggunaan merek dan atas partisipasi dalam sistem Waralaba yang dijalankan. Biaya biasanya terdiri atas Biaya Awal, Biaya Royalti, Biaya Jasa, Biaya Lisensi dan atau Biaya Pemasaran bersama. Biaya lainnya juga dapat berupa biaya atas jasa yang diberikan kepada Terwaralaba (mis: biaya manajemen)

Karakteristik lain dari Waralaba
Pihak-pihak yang terkait dalam Waralaba sifatnya berdiri sendiri. Terwaralaba berada dalam posisi independen terhadap Pewaralaba. Independen maksudnya adalah Terwaralaba berhak atas laba dari usaha yang dijalankannya, bertanggung jawab atas beban-beban usaha waralabanya sendiri (mis: pajak dan gaji pegawai).  Di luar itu, Terwaralaba terikat pada aturan dan perjanjian dengan Pewaralaba sesuai dengan kontrak yang disepakati bersama.

  1. A. Aspek Kelembagaan

Peraturan Menteri Perdagangan (no. 12/2006)
“Waralaba (Franchise) adalah perikatan antara Pemberi Waralaba dengan Penerima Waralaba dimana Penerima Waralaba diberikan hak untuk menjalankan usaha dengan memanfaatkan dan/atau menggunakan hak kekayaan intelektual atau penemuan atau okum khas usaha yang dimiliki Pemberi Waralaba  dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh Pemberi Waralaba dengan sejumlah kewajiban menyediakan dukungan konsultasi operasional yang berkesinambungan oleh Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba”

Crush Zone, merupakan nama sekaligus logo dari sebuah perusahaan franchise yang berdiri sejak tahun 2006. Pada saat pertama kali berdirinya perusahaan ini, perusahaan ini belum berbadan okum, dengan kata lain tidak langsung berbadan okum.

Perusahaan ini melakukan pengambangan produknya secara perlahan namun pasti, sehingga berkembang pesat dan menjadi berbadan okum dalam bentuk PT pada tahun 2007. Secara keseluruhan Perusahaan franchise ini memiliki ratusan karyawan yang tersebar di jawa dan Kalimantan. Dan dari ratusan karyawan tersebut bukan sepenuhnya di manage oleh 1 orang, melainkan terbagi-bagi sesuai wilayah dan pemilik (franchisor).

Di kota Bekasi perusahaan ini memiliki 4 mini counter yang tersebar di beberapa tempat strategis seperti kawasan pendidikan yang berada di Jl. KH. Agusalim Bekasi Timur, di setiap Mini Counternya, Crusrhzone memperkerjakan dua karyawan wanita. Selain mini counter, crushzone juga memiliki beberapa food court. Diantaranya food cour yang ada di Bekasi Cyber Park atau yang di singkat BCP oleh kalangan muda. Jika jumlah karyawan di setiap mini counternya ada dua orang, lain halnya di food court yang di sediakan Crush zone ini, karyawan yang  ada pada setiap food courtnya berjumlah antara sepuluh sampai belasan karyawan.

Untuk keempat mini counter yang berada di Bekasi di kelola oleh Bapak Puji, uniknya, latar belakang pendidikan Pak Puji ini jauh dari ruang lingkup Bisnis, Pak puji ini seorang jurnalis. Dan kejuruan yang di ambilnya semenjak kuliah adalah Hubungan internasional.

Di lihat dari aspek ini saja perusahaan ini sudah dapat menjajikan keuntungan yang lumayan besar, di lihat dari lokasi dan manajerialnya.

B. Aspek Usaha

Penggabungan promosi/joint promotion. Ini berkaitan dengan unsure pertama yaitu masalah sosialisasi brand name.Ini berlaku bagi franchise tertentu. Misalnya bagi franchise makanan dan minuman dimana franchisor juga merupakan suplier bahan makanan/minuman. Kadang-kadang franchisor juga memasok mesin-mesin atau peralatan yang diperlukan. Franchisor yang baik biasanya ikut membantu franchisee untuk mendapatkan sumber dana modal bagi investor ( fund supply ) seperti bank misalnya, meskipun itu jarang sekali.
Pada umumnya, franchisee perlu membayar initial fee yang sifatnya sekali bayar, atau kadang-kadang sekali untuk sekali periode tertentu,misalnya 5 tahun. Di atas itu, biasanya franchisee membayar royalty atau membayar sebagian dari hasil penjualan.
Variasi lainnya adalah franchisee perlu membeli bahan pokok atau peralatan ( capital goods).

Crush Zone yang merupakan perusahaan Franchise, memiliki usaha pokok yaitu menjual dan memproduksi makanan yang boleh di katakan cepat saji. Diantara makanan tersebut ada beberapa menu yang di tawarkan dan tergantung pada jenis counter, variatifnya menu yang di sediakan membuat franchise ini dapat di gemari oleh pelanggan-pelanggannya. Pada awalnya crush zone hanya memproduksi Crspy-zone (sejenis martabak), seiring berjalannya waktu dan banyak permintaan dari pelanggan, mereka menyediakan lebih banyak menu, diantaranya : kebab, Berger, spageti, dan yang terbaru mereka memproduksi ayam goring tepung. Pemasaran merekapun sampai ke luar pulau jawa antaranya, kalimantan. Dan tak kalah menarik dari produknya, penampilan counter, dan penampilan fisik karyawan sangat menarik dan seragam.

  1. B. Aspek Keuangan

Berikut adalah ilustrasi-ilustrasi perhitungan dan estimasi dengan paket-paket yang di perhitungkan.

Paket Mini Counter Type A
Peralatan Masak Gas
Produk : Kebab, Crepes, Burger
Investasi awal Rp 14,5 juta
BEP: 4 bulan

Ilustrasi perhitungan

Investasi awal (Rp) 15. 500.000
PENDAPATAN
Penjualan rata-rata per hari 450.000
Penjualan rata-rata per bulan (30 hari) 13.500.000
PENGELUARAN
Penggunaan Bahan Baku 55% 7.425.000
Gaji dan Komisi Pegawai 1 10% 1.350.000
Sewa Tempat 4% 540.000
Operasional 4% 540.000
Penyusutan Peralatan 2% 270.000
Royalty Fee
Jumlah 10.125.000
Nett Profit Per Bulan 25% 3.375.000
Return on Investment 4 bulan

Paket Mini Counter Type B
Peralatan Masak Elektrik
Produk : Kebab, Crepes, Burger
Investasi awal Rp 25,5 juta
BEP: 6 bulan

Ilustrasi perhitungan

Investasi awal (Rp) 25.500.000
PENDAPATAN
Penjualan rata-rata per hari 570.000
Penjualan rata-rata per bulan (30 hari) 17.100.000
PENGELUARAN
Penggunaan Bahan Baku 50% 8.550.000
Gaji dan Komisi Pegawai 2 12% 2.052.000
Sewa Tempat 6% 1.026.000
Operasional 5% 855.000
Penyusutan Peralatan 2% 270.000
Royalty Fee
Jumlah 12.753.000
Nett Profit Per Bulan 25% 4.347.000
Return on Investment 6 bulan

Paket Ruang Mini Bar
Peralatan Masak Gas
Produk : Kebab,Crepes,Burger,Fried Chicken,Kentang/Nasi, Minuman
Investasi awal Rp 25,5 juta
BEP: 4 bulan

Ilustrasi perhitungan

Investasi awal (Rp) 25.500.000
PENDAPATAN
Penjualan rata-rata per hari
770.000
Penjualan rata-rata per bulan (30 hari) 23.100.000
PENGELUARAN
Penggunaan Bahan Baku 50% 11.550.000
Gaji dan Komisi Pegawai 3 14% 3.234.000
Sewa Tempat 5% 1.155.000
Operasional 4% 924.000
Penyusutan Peralatan 2% 462.000
Royalty Fee
Jumlah 17.325.000
Nett Profit Per Bulan 25% 5.775.000
Return on Investment 4 bulan

Paket Food Court Tipe A
Peralatan Masak Gas
Produk : Kebab, Crepes, Burger, Fried Chicken Kentang, Nasi, Minuman
Investasi awal Rp 25,5 juta
BEP: 4 bulan

Ilustrasi perhitungan

Investasi awal (Rp) 25.500.000
PENDAPATAN
Penjualan rata-rata per hari
770.000
Penjualan rata-rata per bulan (30 hari) 23.100.000
PENGELUARAN
Penggunaan Bahan Baku 50% 11.550.000
Gaji dan Komisi Pegawai 3 14% 3.234.000
Sewa Tempat 5% 1.155.000
Operasional 4% 924.000
Penyusutan Peralatan 2% 462.000
Royalty Fee
Jumlah 17.325.000
Nett Profit Per Bulan 25% 5.775.000
Return on Investment 4 bulan

Lampiran

Pasal 3 ayat 1 PP No.16 tahun 1997 selanjutnya menentukan bahwa sebelum membuat perjanjian, pemberi waralaba secara tertulis dan benar, sekurang-kurangnya mengenai :
a. Nama Pihak pemberi waralaba,berikut keterangan mengenai kegiatan usahanya :
keterangan mengenai pemberi waralaba menyangkut identitasnya, antara lain nama dan atau alamat tempat usaha, nama dan alamat pemberi waralaba,pengalaman mengenai keberhasilan atau kegagalan selama menjalankan waralaba, keterangan mengenai penerima waralaba yang pernah dan masih melakukan perikatan, dan kondisi keuangan.
b. hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau cirri khas usaha yang menjadi objek waralaba;
c. persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi penerima waralaba;
persyaratan yang harus dipenuhi penerima waralaba antara lain mengenai cara pembayaran, ganti rugi, wilayah pemasaran, dan pengawasan mutu.
d. bantuan atau fasilitas yang ditawarkan pemberi waralaba kepada waralaba kepada penerima waralaba keterangan mengenai prospek kegiatan waralaba, meliputi juga dasar yang dipergunakan dalam pemberian keterangan tentang proyek yang di maksud.
e. hak dan kewajiban pemberi dan penerima waralaba bantuan atau fasilitas yang diberikan, antara lain berupa pelatihan, bantuan keuangan, bantuan pembukuan.
f. pengakhiran, pembatalan, dan perpanjangan perjanjian waralaba, serta hal-hal lain yang perlu di ketahui penerima waralaba dalam rangka pelaksanaan perjanjian waralaba.
Selanjutya pemberi waralaba oleh pemerintah ini diwajibkan memberikan waktu yang cukup kepada penerima waralaba untuk meneliti dan mempelajari informasi-informasi yang disampaikan tersebut secara lebih lanjut.

Kesimpulan

Berdasarkan hal-hal yang telah kami kemukakan di atas, maka ditarik kesimpulan bahwa hukum bisnis waralaba ( franchise ) sangat tergantung kepada kesesuaian bidang usaha bisnis franchise dan system serta mekanisme kerjasamanya dengan prinsip bisnis dan ketiadaan dari segala tantangan bisnis dalam berbisnis tersebut namun secara umum. Berbisnis melalui waralaba adalah suatu jalan yang baik untuk dicoba, karena metode ini selain membawa keuntungan bagi para pihak, juga tidak bertentangan dengan nilai nilai social budaya.

Penutup

Semoga apa yang telah saya jelaskan dan saya uraikan sebelumnya menjadi bahan pertimbangan anda untuk tambahan referensi agar memperkuat ilmu bisnis anda sekalian. Dan semoga anda tertarik dalam berbisnis khususnya dalam franchising. Karena bisnis ini sangant menjanjikan dengan resiko kecil jika kita menguasai ilmunya. Kurang dan lebihnya saya mohon maaf jika memang terjadi kesalahan kata-kata. Terima kasih .

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: