SEMUA TENTANG HIDUPKU

Oktober 11, 2009

pengantar ekonomi pembangunan

Filed under: Uncategorized — idham1104 @ 3:15 pm

TUGAS PENGANTAR EKONOMI PEMBANGUNAN

Nama : Idham Putra Ramadhan
NPM : 30208607
Kelas : 2DD04

UNEVERSITAS GUNADARMA

A. Perhatian Terhadap Pembangunan Ekonomi
Pembahasan tentang masalah pembangunan ekonomi bukanlah suatu tentang perkembangan baru dalam ilmu ekonomi.

Masa “kebangkitan kembali” perhatian terhadap masalah pembangunan ekonomi ini dimulai sejak berakhirnya Perang Dunia kedua (PD II). Perhatian terhadap pembangunan ekonomi tersebut sangatlah kurang.

Kurangnya perhatian ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :

Faktor Pertama :
Pada masa sebelum PD II sebagian besar negara-negara sedang berkembang (NSB) masih merupakan daerah jajahan. Para penjajah merasa tidak perlu untuk memikirkan secara serius mengenai masalah pembangunan daerah jajahan mereka.

Faktor kedua :
Kurangnya usaha para pemimpin masyarakat yang dijajah untuk membahas masalah-masalah pembangunan ekonomi. Pada saat itu mereka hanya memikirkan bagaimana caranya untuk meraih kemerdekaan.

Faktor ketiga :
Karena di lingkungan para ekonomi, penelitian dan analisis mengenai masalah pembangunan ekonomi masih terbatas.

Seperti telah disinggung di muka, setelah PD II perhatian terhadap pembangunan ekonomi tumbuh dengan pesat.
Disebabkan berkembangnya cita-cita negara-negara yang baru merdeka untuk mengejar ketertinggalan mereka dalam bidang ekonomi dari negara-negara, misalnya India, Indonesia, Pakistan, dan Korea. Negara-negara tersebut relatif miskin dan juga mengalami masalah kependudukan yang cukup serius. Kepadatan penduduk mereka cukup tinggi dan pertumbuhan jumlah penduduk sangat cepat. Oleh karena itu pembangunan ekonomi di negara-negara tersebut merupakan suatu hal yang sangat mendesak untuk dilakukan yaitu untuk menanggulangi masalah pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Perkembangnya perhatian negara-negara maju terhadap usaha pembangunan (khususnya ekonomi) di NSB. Perkembangan perhatian ini disebabkan oleh rasa kemanusiaan negara-negar maju tersebut untuk membantu NSB itu mempercepat laju pembangunan ekonomi mereka dan mengejar ketertinggalan mereka dari negar-negara maju.

B. Cakupan bahasan ekonomi
Salah satu definisi pembangunan:
Perubahan menuju pola-pola masyarakat yang memungkinkan realisasi yang lebih baik dari nilai-nilai kemanusiaan, yang memungkinkan suatu masyarakat mempunyai kontrol yang lebih besar terhadap lingkungannya dan terhadap tujuan politiknya, dan yang memungkinkan warganya memperoleh kontrol yang lebih terhadap diri mereka sendiri (Inayatullah, 1967).
Kemajuan konsep pembangunan:
Rencana Marshall (Marshall Plan)
Dalam ucapannya di Universitas Harvard, ia berpidato dengan gagasan pemerintah AS untuk membantu membangun negara-negara di Eropa yang hancur akibat Perang Dunia II. Tujuan gagasan bantuan adalah turut membangkitkan ekonomi mereka. Dengan gagasan ini, kemudian dikenal dengan sebutan Marshal Plan atau yang sangat terkenal sebagai suatu program berencana untuk membantu pembangunan ekonomi negara lain.
Pendapat dan analisis para ahli Barat, pembangunan seperti sekarang, bermula dan dipengaruhi oleh program pemerintah Amerika Serikat yang dicetuskan presiden Harry S. Truman dalam pidato pelantikannya 20 Januari 1949 yang dikenal sebagai Poin IV. Riwayat itu menyebabkan Lerner (1977) bahkan menyebut ”pembangunan” sebagai suatu ideologi internasional yang bermula dari suatu komunikasi: yakni pidato Presiden Truman kepada Kongres AS tersebut. Poin IV dianggap merupakan awal dari paradigma pembangunan: yaitu bantuan negara yang lebih kaya kepada negara yang miskin.
Pembangunan sebagai Pertumbuhan
Prioritas masalah utama, dalam pandangan para ahli ekonomi adalah perbedaan yang mencolok dalam tingkat pendapatan masyarakat di negara-negara maju dengan negara-negara miskin, Inilah sebabnya timbul perhatian para perencana pembangunan waktu itu terpusat keinginan meningkatkan pendapatan perkapita bagi negara-negara baru. Hal tersebut diasumsikan, jika pendapatan perkapita berhasil ditingkatkan, maka masyarakat ataupun bangsa yang bersangkutan dengan sendirinya berhasil pindah dari tahap lessdeveloped ke tahap developed.
Berdasarkan asumsi ini, gambaran anak panah pembangunan meliputi unsur-unsur berikut ini:
Produksi –> Pendapatan perkapita –> Tabungan –> Investasi
Rostow mengemukakan tahap-tahap pertumbuhan yang dilalui negara modern, hingga mencapai keadaan yang sekarang, yaitu:
1. Masyarakat Tradisional
2. Prakondisi tinggal landas
3. Tinggal landas (take off)
4. Masa menjelang kedewasaan
5. Abad konsumsi massa yang tinggi
Pembangunan sebagai Poses Modernisasi
Pendapat Rogers dan Svenning (1969), modernisasi pada tingkat individual berkaitan dengan pembangunan pada tingkat masyarakat. Modernisasi merupakan proses perubahan individual dari gaya hidup tradisional ke suatu cara hidup yang lebih kompleks, secara teknologis lebih maju dan berubah cepat.
Konsep Pembangunan
Pembangunan meniru model Barat, sebenarnya belum tentu cocok bagi konsep untuk negara-negara berkembang. Yang mencolok dirasakan adalah terciptanya keadaan ketergantungan negara-negara berkembang kepada negara maju, terutama dalam bidang ekonomi.

C. Evolusi Makna Pembangunan
Pandangan tradisional beranggapan yang membedakan antara negara maju dengan NSB adalah pendapatan rakyatnya. Dengan ditingkatkannya pendapatan per kapita diharapkan masalah-masalah, seperti pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan distribusi pendapatan yang dihadapi NSB dapat terpecahkan, misalkan melalui apa yang dikenal dengan “dampak merembes ke bawah” (trickle down effect). Indikator berhasil tidaknya pembangunan semata-mata dilihat dari meningkatnya pendapatan nasional (GNP) per kapita riel, dalam arti tingkat pertumbuhan pendapatan nasional harus lebih tinggi dibanding tingkat pertumbuhan penduduk. Kecenderungan di atas terlihat dari pemikiran-pemikiran awal mengenai pembangunan, seperti teori Harrod Domar, Arthur Lewis, WW Rostow, Hirschman, Rosenstein Rodan, Nurkse, Leibenstein.
Perkembangan selanjutnya, banyak NSB mulai menyadari bahwa “pertumbuhan” (growth) tidak identik dengan “pembangunan” (development). Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, setidaknya melampaui negara-negara maju pada tahap awal pembangunan mereka, memang dapat dicapai, namun dibarengi dengan masalah-masalah, seperti pengangguran, kemiskinan di pedesaan, distribusi pendapatan yang timpang, dan ketidakseimbangan struktural.
Inilah yang menandai dimulainya masa pengkajian ulang tentang arti pembangunan. Maka, muncul paradigma baru dalam pembangunan seperti pertumbuhan dengan distribusi, kebutuhan pokok (basic needs), pembangunan mandiri (self-reliant development), pembangunan berkelanjutan dengan perhatian terhadap alam (ecodevelopment), pembangunan yang memperhatikan ketimpangan pendapatan menurut etnis (ethnodevelopment).

D. Pengertian Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi dalam ekonomi modern adalah perkembangan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat meningkat yang selanjutnya diiringi dengan peningkatan kemakmuran masyarakat . Dalam kegiatan ekonomi yang sebenarnya, pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan ekonomi fiskal yang terjadi di suatu negara seperti pertambahan jumlah dan produksi barang industri, infra struktur, pertambahan jumlah sekolah, pertambahan produksi kegiatan-kegiatan ekonomi yang sudah ada dan beberapa perkembangan lainnya. Dalam analisis makro ekonomi, tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicapai suatu negara diukur dengan perkembangan pendapatan nasional riil yang dicapai oleh suatu negara yaitu Produk Nasional Bruto (PNB) atau Produk Domestik Bruto.
Sedangkan istilah pembangunan ekonomi (economic development) biasanya dikaitkan dengan perkembangan ekonomi di negara-negara berkembang. Sebagian ahli ekonomi mengartikan istilah ini sebagai berikut, ”economic development is growth plus change” (Pembangunan ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perubahan-perubahan dalam struktur dan corak kegiatan ekonomi).
Dengan perkataan lain, dalam mengartikan istilah pembangunan ekonomi, ekonom bukan saja tertarik kepada masalah perkembangan pendapatan nasional riil, tetapi juga kepada modernisasi kegiatan ekonomi, misalnya kepada usaha perombakan sektor pertanian yang tradisional, mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pendapatan.
Dalam kajian ekonomi, kedua istilah di atas terkadang digunakan dalam konteks yang hampir sama. Banyak orang mencampuradukkan penggunaan kedua istilah tersebut. Pencampuadukan istilah ini walaupun tidak dapat dibenarkan, pada dasarnya tidak terlalu mempengaruhi kajian ekonomi, karena inti pembahasan pada akhirnya akan berhubungan erat dengan perkembangan perekonomian suatu negara.
Dalam berbagai literatur tentang ekonomi Islam, kedua istilah ini juga ditemukan. Ekonomi Islam pada dasarnya memandang bahwa pertumbuhan ekonomi adalah bagian dari pembangunan ekonomi . Pertumbuhan ekonomi didefenisikan dengan a suistained growth of a right kind of output which can contribute to human welfare. (Pertumbuhan terus-menerus dari factor produksi secara benar yang mampu memberikan konstribusi bagi kesejahteraan manusia).
Berdasarkan pengertian ini, maka pertumbuhan ekonomi menurut merupakan hal yang sarat nilai. Suatu peningkatan yang dialami oleh faktor produksi tidak dianggap sebagai pertumbuhan ekonomi jika produksi tersebut misalnya memasukkan barang-barang yang terbukti memberikan efek buruk dan membahayakan manusia.
Sedangkan istilah pembangunan ekonomi yang dimaksudkan dalam adalah the process of allaviating poverty and provision of ease, comfort and decency in life (Proses untuk mengurangi kemiskinan serta menciptakan ketentraman, kenyamanan dan tata susila dalam kehidupan).
E. Negara Berkembang
Negara berkembang adalah sebuah negara dengan rata-rata pendapatan yang rendah, infrastruktur yang relatif terbelakang, dan indeks perkembangan manusia yang kurang dibandingkan dengan norma global. Istilah ini mulai menyingkirkan Dunia Ketiga, sebuah istilah yang digunakan pada masa Perang Dingin.
Perkembangan mencakup perkembangan sebuah infrastruktur modern (baik secara fisik maupun institusional) dan sebuah pergerakan dari sektor bernilai tambah rendah seperti agrikultur dan pengambilan sumber daya alam. Negara maju biasanya memiliki sistem ekonomi berdasarkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menahan-sendiri.
Selama ini perbedaan negara berkembang dan negara maju bisa dilihat dari indikator ekonominya seperti pertumbuhan ekonomi atau GDP. Atau dari tingkat penguasaan teknologi canggih. Malah sekarang bergeser ke berapa hadiah nobel yang diterima oleh suatu negara. Disini keliatan sekali perbedaan antara negara berkembang dan maju.

F. Indikator Pembangunan
Pembangunan adalah kemajuan yang diharapkan secara sosial dan ekonomi, dan manusia senantiasa mempunyai pandangan yang berbeda mengenai apa yang dinamakan dengan “yang diharapkan”. Oleh karena itu pembangunan harus berarti kemajuan dalam kondisi hidup (Hadi, 1985:26). Harapan dilakukannya pembangunan adalah mengurangi gap antara yang kaya dengan yang miskin dan mengurangi ketimpangan antara negara maju dengan negara berkembang. Dengan adanya pembangunan diharapkan kesejahteraan dari masyarakat bertambah. Pembangunan ekonomi sebagai suatu upaya dalam mengembangkan kegiatan ekonomi dan taraf hidup masyarakat merupakan suatu masalah yang sangat kompleks, oleh karena itu terdapat berbagi faktor yang mempengaruhinya.
Berdasarkan pengalaman dalam usaha pembangunan ekonomi, selanjutnya menimbulkan kesadaran bahwa kebijakan pembangunan belum merupakan suatu usaha yang sempurna apabila perumusannya didasarkan kepada pertimbangan-pertimbangan yang bersifat ekonomi. Masalah pembangunan merupakan suatu jalinan dari masalah sosial, ekonomi, politik, administrasi dan sebagainya yang saling berpengaruh dan berkaitan satu dengan yang lain. Dengan demikian kebijakan yang harus dilakukan perlulah mempertimbangkan faktor-faktor yang bersifat non-ekonomi untuk melengkapi analisa yang ditinjau dari sudut pandang ekonomi. Maka berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah saat ini ditelaah kembali oleh berbagi ahli untuk diketahui efeknya sehingga pembangunan dapat berjalan secara harmonis.
Seiring globalisasi yang membahana di seantero negeri, maka indikator pembangunan yang selama ini dikenal, yaitu melalui perhitungan pendapatan nasional dinilai kurang relevan. Sistem perhitungan pendapatan nasional ini dirasa tidak adil, karena mengabaikan isu pembangunan yang berkelanjutan.
Dalam penghitungan dengan model konvensional, seluruh penduduk dianggap sama keadaannya dengan mengabaikan determinan penting seperti komposisi umur penduduk, distribusi pendapatan masyarakat corak pengeluaran masyarakat dan sebagainya. Karena keterbatasan ini sangat riskan apabila mengatakan bahwa perhitungan ini merupakan indeks kesejahteraan yang paling baik..

INDIKATOR PEMBANGUNAN MONETER

1. PENDAPATAN PERKAPITA
2. Indikator Kesejahteraan Ekonomi Bersih (Net Economic Welfare) Diperkenalkan William Nordhaus dan James Tobin (1972), menyempurnakan nilai-nilai GNP untuk memperoleh indikator ekonomi yg lebih baik, dgn dua cara :
a. Koreksi Positip : Memperhatikan waktu senggang (leisure time) dan perekonomian sektor informal.
b. Koreksi Negatif : Kerusakan lingkungan oleh kegiatan pembangunan
INDIKATOR PEMBANGUNAN NON MONETER

1. Indikator Sosial
Oleh Backerman ; dibedakan 3 kelompok :
• Usaha membandingkan tingkat kesejahteraan masy. di dua negara dengan memperbaiki cara perhitungan pendapatan nasional, dipelopori oleh Collin Clark dan Golbert dan Kravis.
• Penyesuaian pendapatan masy. dibandingkan dengan mempertimbangkan tingkat harga berbagai negara.
• Usaha untuk membandingkan tingkat kesejahteraan dari setiap negara berdasarkan data yg tdk bersifat moneter (non monetary indicators). Indikator non moneter yg disederhanakan (modified non-monetary indicators).

Indeks Kualitas Hidup dan Pembangunan Manusia (IPM)

Morris D : Physical Quality of Life Index (PQLI) Indeks Kualitas Hidup (IKH) yaitu gabungan tiga faktor :

1. Tingkat Harapan Hidup
2. Angka Kematian
3. Tingkat Melek Huruf.

Sejak thn 1990 UNDP mengembangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) (Human Development Index = HDI) :

(1). Tingkat harapan hidup
(2). Tingkat melek huruf masyarakat dan
(3). Tingkat pendapatan riil perkapita masyarakat
berdasarkan daya beli masing-masing negara.

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: